News

RS Jiwa Menur Tekankan Pentingnya Pertolongan Pertama untuk Kesehatan Mental

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, RS Jiwa Menur menggelar Hybrid Talkshow bertajuk “Mental Emergency: Pertolongan Pertama untuk Luka yang Tak Terlihat” di Graha Menur, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 3.000 peserta secara luring dan daring, melibatkan tenaga kesehatan, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat umum.

Direktur RS Jiwa Menur, Vitria Dewi, menekankan bahwa luka batin dan gangguan mental sering kali lebih berbahaya daripada luka fisik. “Menjaga kesehatan jiwa adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan peningkatan signifikan kunjungan pasien, mencapai lebih dari 40 ribu kasus rawat jalan dan BOR 80% dengan kapasitas 400 tempat tidur pada 2025.

Tiga pembicara hadir, yakni dr. Rasyid Salim (RSUD RA. Basoeni), dr. Ivana Sajogo, Sp.KJ(K), dan AKP Fauzi Pratama yang membahas aspek medis, psikologis, serta hukum dalam penanganan mental health emergency.

Vitria menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan melukai diri sendiri, 87% di antaranya terjadi pada usia produktif. Ia juga menyinggung dampak negatif media digital terhadap anak, termasuk kasus adiksi pornografi usia dini.

“Luka yang tidak terlihat sering menjadi luka terdalam. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama dalam menjaga kesehatan mental,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, RS Jiwa Menur mengajak masyarakat lebih peduli, terbuka, dan sigap dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa. (Red)