Rayakan 75 Tahun Diplomasi RI–Tiongkok, Pameran Seni & Ekonomi Kreatif Digelar di Sekolah Khay Ming 30 Agustus–1 September 2025
SURABAYA – Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta 620 tahun pelayaran pertama Laksamana Cheng Ho ke Barat, akan digelar Pameran Kaligrafi, Seni Lukis, dan Fotografi dengan tema 【山高水长,休戚与共】(shān gão shui chăng, xiũ qĩ yũ gòng: Setinggi-tingginya Gunung, Sepanjang-panjangnya Sungai, Suka dan Duka Dilewati Bersama).
Acara spektakuler ini berlangsung 30 Agustus – 1 September 2025, pukul 10.30 WIB, bertempat di Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming, Citra Raya Citraland, Surabaya.
Pameran tersebut terselenggara atas kerja sama Embassy of the People’s Republic of China in the Republic of Indonesia, Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya, Perkumpulan Seni Lukis & Kaligrafi Shufa Jawa Timur, Sekolah Khay Ming Tiga Bahasa, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, Confucius Institute Universitas Al Azhar Indonesia, serta Indonesia Calligraphy and Painting Institute.
Persiapan Matang
Rapat persiapan digelar Senin, 25 Agustus 2025 di Gedung Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming, lantai 2. Seluruh panitia hadir, dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Bapak Sugijanto Tjandra.
“Persiapan pameran ini sudah berlangsung selama dua bulan. Acara ini akan memadukan seni, budaya, dan kewirausahaan dengan melibatkan puluhan UMKM,” ungkapnya.
Bapak Sugijanto Tjandra menambahkan, pameran akan memajang lebih dari 200 karya kaligrafi Shufa, lukisan, dan foto. Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi beragam atraksi seni seperti Wushu, Angklung, Wayang Kulit, tarian tradisional, demo kaligrafi huruf Jawa dan Shufa.
“Pembukaan tanggal 30 Agustus bersifat terbatas hanya untuk tamu VVIP. Sementara pada 31 Agustus hingga 1 September 2025, pameran dibuka untuk masyarakat umum. Kami berharap warga Surabaya dan sekitarnya bisa hadir menyaksikan langsung kemeriahan ini,” jelasnya.
UMKM Turut Ambil Bagian
Salah satu panitia, Bapak Henry Dermawan, menegaskan bahwa pameran ini juga menjadi ajang penguatan ekonomi lokal.
“Puluhan pelaku UMKM kami libatkan, mulai dari penjualan produk kerajinan hingga kuliner. Mereka juga akan menghadirkan demo memasak dan seminar menarik. Lokasi pameran UMKM berada di lantai dasar, sehingga mudah diakses pengunjung,” terangnya.
Dukungan Penuh Panitia & Semua Pihak
Rapat panitia dihadiri, antara lain; Bapak Oei Tjing Yen, Ibu Sieny Utami, Bapak Antono, Bapak Rasmono Sudarjo, Bapak Hendra Wijaya, Bapak Budiono, Ibu Lilian Sutanto, dan lainnya.
Dengan perpaduan seni, budaya, dan UMKM, pameran ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati karya seni sekaligus mendukung ekonomi kreatif lokal. (Red)

