Hence Virgorina, Belajar Melukis Otodidak dan Jatuh Cinta pada Abstrak
Pameran lukisan bertajuk Dejavu yang digelar di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, 3–7 Agustus 2025, menghadirkan ragam ekspresi dari 15 seniman asal Surabaya dan Sidoarjo. Di antara deretan karya yang dipamerkan, ada satu yang menarik perhatian: Scattered Mind, karya abstrak milik Hence Virgorina.
Dengan latar belakang pendidikan Psikologi dari Universitas Surabaya, Hence menyuguhkan lukisan akrilik berukuran 100×120 cm yang mencerminkan potret pikiran yang berserakan namun tetap memancarkan harmoni. Karya ini bukan sekadar permainan warna dan bentuk, tapi juga ungkapan batin dan cara Hence berdialog dengan dunia dalam dirinya.
“Saya mulai melukis sekitar 15 tahun lalu. Tapi lama-lama, saya merasa ini adalah ruang yang paling jujur untuk mengekspresikan diri,” tutur Hence dengan senyum hangat.
Bakat seni rupanya bukan hal baru dalam keluarganya. Namun bagi Hence, yang membuat seni lukis begitu istimewa adalah kebebasan untuk mengeksplorasi perasaan tanpa batas. Ia pun mengaku jatuh cinta pada aliran abstrak karena mampu menyampaikan emosi tanpa harus terikat pada bentuk nyata.
Melalui partisipasinya dalam pameran ini, Hence berharap bisa menularkan semangat kepada generasi muda. “Seni itu bukan hanya milik seniman. Siapa pun bisa berkarya, asal ada kemauan dan keberanian untuk mulai. Saya ingin anak-anak muda juga berani mengekspresikan dirinya lewat seni,” ungkapnya.
Pameran Dejavu tak hanya menjadi ruang apresiasi, tapi juga menjadi wadah pertemuan antara jiwa-jiwa kreatif yang terus bertumbuh—seperti Hence, yang percaya bahwa seni adalah perjalanan tanpa akhir. (Red)

