RRI Surabaya Hadirkan Seniman Tionghoa, Kenalkan Keindahan Chinese Painting kepada Masyarakat
SURABAYA – RRI Pro 1 Surabaya 99,2 FM kembali menghadirkan nuansa seni dan budaya dalam program Mozaik Indonesia: Pelestarian Budaya dan Pariwisata, Rabu (2/7/2025). Bertema “Mengenal dan Belajar Seni Lukis Tionghoa”, program ini disiarkan pukul 15.00 WIB dan dipandu oleh host Selia.
Tiga seniman lintas bidang dihadirkan sebagai narasumber. Mereka adalah Rasmono Sudarjo (邵亮明), fotografer sekaligus pelukis dan pendiri Komunitas Seni Budaya Nusantara; Hangga Ganiadi, seorang visual artist dan pendidik seni dan desain; serta Laoshi Lilik Meria Susanto (赵立美), pelukis Chinese Painting yang aktif mengajar secara sukarela setiap Sabtu diselenggarakan oleh Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) di Gedung Yayasan Bhakti Persatuan.
Dalam siaran tersebut, Lilik menjelaskan bahwa seni lukis Tionghoa atau Zhōngguó huà (中国画) memiliki kemiripan dengan seni kaligrafi karena menggunakan mao bi (kuas khas Tiongkok) dan tinta. “Dulu Chinese Painting hanya dalam warna hitam putih, tapi sekarang sudah penuh warna dan lebih ekspresif,” ungkapnya sembari menunjukkan lukisan macan, burung, dan mawar hasil karyanya.
Sebelum memberi warna, proses menggambar biasanya diawali dengan membuat sketsa dasar. Teknik dan kesabaran menjadi kunci utama. “Sekilas terlihat mudah, tapi justru di sanalah letak keindahannya. Butuh ketelatenan dan rasa seni yang mendalam,” tambah Rasmono Sudarjo, yang juga menjabat sebagai Sekjen PMTS.
Dalam kesempatan, Rasmono Sudarjo menyampaikan akan menggelar pameran pada Juli ini di Hotel Mercure Grand Mirama, disusul pameran berikutnya di Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming pada Agustus mendatang, sebagai bagian dari peringatan 75 tahun terjalinnya persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.
Program RRI ini tidak hanya menyuguhkan wawasan budaya, tapi juga menginspirasi pendengar untuk mencintai dan melestarikan seni tradisi. Melalui dialog yang hangat dan penuh semangat, para seniman Tionghoa ini mengajak masyarakat untuk turut menggali kekayaan budaya leluhur dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. (Red)

