Pendidikan

ITS Jawab Tantangan Industri Tambang Lewat Prodi Baru

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK). Pendaftaran mahasiswa baru untuk angkatan perdana ini dibuka melalui Seleksi Mandiri ITS (SMITS) Academic Competence Excellence (ACE) Gelombang ke-2, yang berlangsung hingga 30 Juni 2025.

Dekan FTSPK ITS Prof. Adjie Pamungkas menjelaskan, Prodi Teknik Pertambangan dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keahlian menyeluruh, mulai dari eksplorasi, studi kelayakan, pengolahan, hingga penutupan tambang. Mahasiswa juga akan belajar geoteknik, geofisika, geologi, dan ilmu material.

Ketua Prodi, Akbar Kurniawan, menyoroti masih minimnya lulusan Teknik Pertambangan di Indonesia. “Saat ini hanya ada sekitar 4.700 lulusan per tahun, padahal kebutuhan tenaga kerja di sektor ini diperkirakan mencapai 9 juta hingga tahun 2040,” ujarnya. Oleh karena itu, prodi ini tak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja, tetapi juga pemimpin dan inovator di bidang pertambangan berkelanjutan.

Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menyebut bahwa proses seleksi mempertimbangkan nilai UTBK dan/atau Tes SMITS, prestasi akademik/non-akademik, serta nilai rapor, khususnya mata pelajaran Fisika. “Kami mencari calon mahasiswa dengan potensi menyeluruh, bukan sekadar nilai akademik tinggi,” tegasnya.

Pembukaan prodi ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan inovasi industri. ITS berharap lulusan prodi ini akan berperan strategis dalam memajukan industri tambang nasional secara inovatif dan berwawasan lingkungan.

Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui laman: www.its.ac.id/admission.