Pendidikan

Mahasiswa PCU Jelajahi Sejarah dan Budaya di Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya

Surabaya – Sebanyak 21 mahasiswa Petra Christian University (PCU), terdiri dari 16 mahasiswa Program Studi Desain Interior dan 5 mahasiswa asal Tiongkok yang tengah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, mengunjungi Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HTK) Surabaya pada Jumat pagi, 30 Mei 2025.

Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini merupakan bagian dari studi lapangan untuk Mata Kuliah Chinese Interior. Para mahasiswa didampingi oleh dosen Lintu Tulistyantoro, M.Ds, untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung dalam gedung HTK yang telah berusia lebih dari dua abad.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, Elisa Christiana, bersama Hady Winarlim selaku pengurus.

Dalam sambutannya, Elisa menceritakan perjalanan panjang berdirinya perkumpulan ini sejak tahun 1820, termasuk proses pembangunan gedung yang penuh tantangan dan baru rampung pada 1874, serta diresmikan pada 1907. Gedung ini difungsikan sebagai tempat sembahyang leluhur komunitas Hakka di Surabaya.

Terletak di kawasan Pecinan, tepatnya di Jl. Slompretan No. 58, Surabaya, gedung HTK termasuk salah satu cagar budaya yang dilindungi. Interior bangunannya terjaga dengan sangat baik: mulai dari ukiran khas Tionghoa yang masih utuh, bentuk altar lama yang tetap dipertahankan, hingga tulisan-tulisan berbahasa Mandarin yang memperkaya nuansa historis ruang.

Bekas tegel yang telah mengalami beberapa kali penggantian, serta deretan foto para ketua dan pengurus yang terpajang di dinding, menjadi saksi bisu perjalanan perkumpulan ini dari masa ke masa.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Perkumpulan Hwie Tiauw Ka juga aktif memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat Surabaya. Mereka rutin menggelar kegiatan donor darah, pembagian sembako, dan layanan pemeriksaan kesehatan dengan biaya terjangkau bagi anggota maupun masyarakat umum.

Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk memahami nilai-nilai budaya Tionghoa secara langsung dan melihat bagaimana warisan sejarah dijaga dengan penuh cinta oleh masyarakat setempat. (Red)