Komunitas

ATTI Gelar World Taijiquan & Qigong Day 2026 di Surabaya, Dihadiri 1.500 Peserta

Asosiasi Tianxia Taijiquan Indonesia (ATTI) didukung KORMI Jatim menggelar perayaan World Taijiquan & Qigong Day 2026 berlangsung meriah di Gelora Pancasila, Surabaya, Sabtu (25/4/2026). Sekitar 1.500 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus promosi gaya hidup sehat.

Acara dibuka dengan penampilan barongsai yang menambah semarak suasana, dilanjutkan prosesi pembukaan, doa bersama, serta pengukuhan Penasehat Kehormatan Asosiasi Tianxia Taijiquan Indonesia (ATTI) Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.Mn. dan Dr. Stefanus Budy Widjaja Subali, S.T., M.Si., SCM., MPU. resmi dikukuhkan sebagai Penasehat Kehormatan ATTI Nasional.

Ketua Umum ATTI, Laoshi Adi Setiago dalam sambutannya menjelaskan bahwa World Taijiquan & Qigong Day pertama kali dicetuskan pada 1998–1999 di Kansas, Amerika Serikat, dan kini diperingati di hampir 88 negara setiap Sabtu terakhir bulan April.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Taijiquan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana memperkuat perdamaian dan kebersamaan.

“Kesehatan sangat penting, maka berolahragalah dengan Taijiquan yang bermanfaat bagi jasmani dan rohani. Kita juga harus hidup berdampingan secara damai tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama,” ujarnya.

Ketua panitia, Sutikno Brotoloekito, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunitas Taijiquan dan Qigong di Jawa Timur. Ia juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
“Olahraga ini tidak mengenal batas usia. Siapa saja dapat mengikutinya untuk menjaga kebugaran tubuh,” ujarnya.

Selama lebih dari dua jam, para peserta menampilkan berbagai rangkaian jurus Taijiquan, mulai dari 8, 24, dan 42 jurus, Tianxia Taijiquan 9, 19, 32, dan 53 jurus, Taijijian 32 dan 42 jurus, Chen Shi Taijiquan 28 dan 32 jurus, Chen Shi Taijishan 24 jurus, Gongfu Shan seri 1, hingga Taijiquan mix dan battle mix.

Meski sebagian peserta telah lanjut usia, mereka tetap menampilkan gerakan dengan ketenangan, konsentrasi, dan penghayatan yang tinggi.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah Battle Taijiquan, yang diikuti peserta dari Surabaya, Malang, dan Sidoarjo. Sesi ini menampilkan adu teknik serta keluwesan gerakan dalam format kompetitif yang tetap menjunjung nilai sportivitas.

Ketua DPC ATTI Surabaya, Olivia Yunita, menyampaikan bahwa perkembangan Taijiquan di Surabaya menunjukkan tren positif dan semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh dan undangan, antara lain perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Deddy Hariyono dan Hario Widyoseno, S.Sn., M.A.; Kaskogartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.Mn.; Penasehat Kehormatan ATTI H.M. Jos Soetomo yang diwakili Lie Liansa; Dr. Stefanus Budy Widjaja Subali, S.T., M.Si., SCM., MPU.; Pembina ATTI Ang Meliana; Pembina ATTI Sutikno Brotoloekito; Pembina ATTI sekaligus Ketua Perkumpulan KIMBO Surabaya Hadi Gunawan yang diwakili Go Iwan Imara; Mohamad Khoiri, S.T., M.T., Ph.D. selaku Direktur DPPS ITS; Sekjen PMTS Rasmono Sudarjo S.H.; Yayasan Margo Utomo yang diwakili Go See Bu; serta Oei Tjing Yen Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi serta dukungan berbagai pihak, peringatan World Taijiquan & Qigong Day 2026 di Surabaya berlangsung sukses. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Taijiquan dan Qigong sebagai sarana kesehatan, persaudaraan, serta diplomasi budaya.