YHMCHI Salurkan Zakat Maal Ramadhan 2026 untuk 32.000 Mustahik
Surabaya, 24 Februari 2026 – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Jawa Timur. Selama bulan suci Ramadhan 1447 H, mereka menyalurkan zakat maal kepada 32.000 Mustahik. Mustahik adalah warga yang berhak menerima zakat fitrah atau maal sesuai ketentuan syariat Islam.
Ketua YHMCHI, H. Abdullah Nurawi, menjelaskan bahwa penyaluran zakat maal berlangsung selama 12 hari berturut-turut di halaman Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya setiap pukul 12.00 WIB.
“Setiap penerima memperoleh Rp500.000. Kami juga bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk memastikan data penerima tepat sasaran,” ujarnya.
Penyaluran resmi dimulai pada 24 Februari 2026. Dari total penerima, sekitar 30.000 orang berasal dari 31 kecamatan di Surabaya, sementara 2.000 lainnya dari luar kota. Setiap hari, panitia menyalurkan zakat kepada sekitar 2.000–3.000 penerima secara bertahap.
Nurawi berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan hidup masyarakat kurang mampu selama Ramadhan, selain meningkatkan perekonomian warga Surabaya. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk menunaikan zakat di bulan penuh berkah ini.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, Arief Budiarto, menjelaskan bahwa data penerima berasal dari basis data kesejahteraan sosial yang mengacu pada desil 1 (kelompok ekonomi terbawah) dari Badan Pusat Statistik.
“Kami memberikan data warga paling miskin sesuai kuota yang dibutuhkan pengurus Masjid Cheng Hoo Surabaya, sehingga bantuan bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengurus Masjid Cheng Hoo Surabaya selama ini aktif berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada kegiatan penyaluran zakat maal ini, para pengurus juga hadir langsung untuk memastikan proses berjalan tertib dan lancar.
Melalui program zakat maal Ramadhan ini, Masjid Cheng Hoo Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai pusat dakwah dan sosial yang inklusif, sekaligus mempererat semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga di Kota Surabaya. (Red)

