Komunitas

Perayaan Imlek 2577 Bertema “Keberagaman dan Harmoni Sosial Budaya”, Ribuan Warga Padati BG Junction

Semangat kebersamaan dan keberagaman terasa kuat dalam perayaan Imlek 2577 Kongzili bertema “Keberagaman dan Harmoni Sosial Budaya” yang digelar di Ballroom BG Junction Mall, Kamis malam (12/2/2026). Ribuan warga Tionghoa Surabaya hadir merayakan Tahun Baru Imlek dalam suasana hangat, meriah, dan penuh keakraban.

Perayaan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bhakti Persatuan (YBP) bersama Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jatim, dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS).

Ketua YBP, Hermawan Santoso, menyampaikan bahwa Tahun Kuda Api melambangkan semangat, keberanian, kerja keras, dan keteguhan, nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, tema keberagaman dan harmoni sosial budaya menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, budaya, dan latar belakang merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, komunitas muda PMTS, serta manajemen BG Junction atas dukungan yang memungkinkan acara berlangsung dengan baik, seraya memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan.

Apresiasi turut disampaikan Ketua Dewan Pembina YBP, DR. Alim Markus, yang menilai perayaan Imlek tahun ini berlangsung meriah dan mencerminkan semangat keberagaman.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Mr. Ye Su, menegaskan hubungan Tiongkok–Indonesia yang semakin erat, baik sebagai tetangga maupun mitra strategis, dengan kerja sama yang terus berkembang di berbagai bidang.

Dari unsur pemerintah daerah, Kepala Bakesbangpol Surabaya Tunjung Iswandaru menilai tema perayaan Imlek ini sejalan dengan jati diri Kota Surabaya yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan. Ia mengajak masyarakat Tionghoa terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan demi keharmonisan kota.

Acara semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari barongsai Yayasan Senopati, angklung dari Khay Ming School, tarian dari Little Sun School, tarian dari siswi SMP 21 Surabaya, tari Mongolia dari Ikatan Alumni Machung Surabaya, musik tradisional Tiongkok, pertunjukan taichi oleh Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) Jatim, hingga Opera Beijing dari Sekolah Xin Zhong. Doa dipimpin oleh Ustadz Lim Fuk San dari Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam perayaan tersebut, di antaranya Indah Kurnia, para pengusaha Tionghoa, serta perwakilan pemerintah. Perayaan Imlek 2577 pun menjadi momentum kebersamaan lintas budaya, menegaskan bahwa harmoni sosial adalah fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Surabaya yang majemuk. (Red)