Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Pakar: Sinyal Kecemasan Ekonomi Global
Surabaya, 5 Februari 2026 – Harga emas Antam melonjak tajam sepanjang 2025 hingga akhir Januari 2026. Pada 29 Januari lalu, harga emas bahkan sempat menembus Rp3,1 juta per gram, dengan kenaikan tahunan sekitar 50–60 persen. Lonjakan ini dinilai mencerminkan meningkatnya kecemasan investor terhadap kondisi ekonomi global.
Pakar ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya, Dr. Dra. Nanik Linawati, MM., menyebut pergerakan harga emas dipengaruhi faktor jangka pendek dan panjang. Penurunan harga yang terjadi belakangan, menurutnya, wajar akibat aksi profit taking seiring inflasi yang mulai terkendali dan sentimen pasar yang membaik.
Namun dalam jangka panjang, harga emas masih berpotensi naik. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, kebijakan tarif tinggi negara besar, serta dinamika politik dunia menciptakan ketidakpastian yang mendorong investor beralih ke aset aman.
Dr. Nanik menilai kondisi ekonomi global saat ini berada pada fase “tidak normal”, sehingga emas kembali menjadi instrumen lindung nilai utama. Kelangkaan emas dan ketidakmampuannya dimanipulasi kebijakan menjadikannya aset yang diandalkan saat instrumen lain kehilangan arah.
Meski demikian, ia mengingatkan lonjakan harga emas yang berlebihan justru menjadi sinyal bahaya. Kenaikan ini lebih dipicu krisis kepercayaan investor terhadap aset produktif dan menjadi indikasi dunia mendekati ambang resesi.
Ia pun mengimbau investor tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian global. (Red)

