Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Deteksi Dini TBC Berbasis Suara Batuk
Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai Nathania Cahya Romadhona, dengan anggota Nikolas Stanislaus Sanjaya, Faisal Azmi Sirajudin, Miskiyah, dan M. Rizki Dwi Kurnia Putra, mengembangkan alat deteksi dini Tuberkulosis (TBC) berbasis suara batuk sebagai solusi skrining yang murah dan mudah diakses masyarakat.
Inovasi bernama TBCare ini memanfaatkan teknologi deep learning melalui pengolahan sinyal batuk menggunakan YAMNet, Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC), dan model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk membedakan batuk TBC dan non-TBC secara akurat.
Perangkat ini terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT) sehingga dapat terhubung dengan basis data rumah sakit dan dioperasikan secara portable oleh kader kesehatan. Berdasarkan uji validasi medis terhadap 17 pasien di RS Universitas Airlangga, sistem ini mencatat sensitivitas sebesar 76 persen dengan tingkat kesiapterapan teknologi TKT 6.
Capaian tersebut mengantarkan tim mahasiswa ITS meraih medali emas Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) 2025 serta mendukung pencapaian SDGs tujuan 3, 9, dan 10, sekaligus diharapkan berkontribusi pada upaya eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030.

