Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya Gelar Festival Dongzhi, Doa Bersama dan Santap Kuliner Hakka
Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HTK) Surabaya kembali menggelar perayaan Festival Dongzhi (冬至节) dengan mengadakan sembahyang dan makan bersama, Sabtu (21/12/2025), di Gedung Perkumpulan HTK, Jalan Slompretan No. 58, Surabaya.
Festival Dongzhi merupakan tradisi penting masyarakat Tionghoa yang dirayakan setiap akhir Desember, bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin, saat siang hari terpendek dan malam terpanjang di belahan bumi utara.
Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, Ibu Lie Wiliani (李伟龄), menjelaskan bahwa Dongzhi menjadi momen sakral untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengenang dan mendoakan para leluhur.
“Festival Dongzhi adalah salah satu perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Kami melaksanakannya dengan sembahyang bersama, berkumpul sebagai keluarga besar perkumpulan, serta menikmati kuliner khas Hakka,” ujar Ibu Lie Wiliani di sela kegiatan.
Perayaan dimulai tepat pukul 11.00 WIB dengan prosesi sembahyang bersama. Acara dipandu oleh Ketua Kehormatan Bapak Hasan (古学声) selaku protokoler. Pembacaan Mantra Dewa Naga dipimpin Ketua Kehormatan Bapak Oei Tik Bing (黄德明), dilanjutkan Mantra 2 Leluhur oleh Bapak Herman (赵华俊).
Menurut Ibu Lie Wiliani, tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjaga warisan budaya.
“Kami mengundang seluruh pengurus dan anggota untuk bersembahyang dan makan bersama. Salah satu menu khas yang selalu dinantikan adalah kambing arak atau Huangjiu Yangrou (黄酒羊肉),” jelasnya.
Selain hidangan utama kambing arak, panitia juga menyajikan berbagai menu tradisional lainnya seperti tahu udang, bakwan, siomay, mi, serta ronde kacang yang menjadi sajian khas Dongzhi.
Menu utama kambing arak dan tahu udang dimasak langsung oleh Didik, juru masak dapur HTK. Dengan bahan-bahan segar dan racikan rempah tradisional, sekitar 15 kilogram daging kambing dimasak dalam satu panci besar untuk dinikmati bersama seluruh peserta.
Seluruh hidangan yang disajikan merupakan hasil donasi para pengurus, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam perayaan Dongzhi.
Melalui perayaan ini, Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya berharap tradisi budaya Tionghoa tetap lestari sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan di antara anggotanya. (Red)

