News

Bandara Banyuwangi: Ikon Arsitektur Hijau Kelas Dunia

Bandara Banyuwangi kini menjadi ikon baru kebanggaan Indonesia. Dengan desain yang memadukan arsitektur khas Osing, prinsip keberlanjutan, serta pemanfaatan energi terbarukan, bandara ini tampil adem, asri, sekaligus modern.

Salah satu daya tarik utama adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap terminal. Inovasi ini menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai Eco Airport pertama di Indonesia.

Dirancang arsitek kenamaan Andra Matin, bangunan terminal mengusung konsep arsitektur hijau dan vernakular. Sirkulasi udara alami, skylight, green roof, hingga minimnya penggunaan AC membuat bandara hemat energi sekaligus ramah lingkungan.

Prestasi bertaraf internasional pun diraih. Pada 2022, Bandara Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture, mengalahkan ratusan nominasi global. Disusul Penghargaan Subroto 2023 dari Kementerian ESDM, sertifikasi Green Building dari GBCI, hingga predikat Bandara Sehat Nasional 2024 dari Kementerian Kesehatan RI.

Dari sisi infrastruktur, runway 2.500 meter siap melayani pesawat berbadan lebar, sementara terminal seluas 10 ribu m² mampu menampung hingga 500 ribu penumpang per tahun. Angka ini melonjak drastis dibanding awal beroperasi pada 2011 yang hanya melayani 7.800 penumpang.

Dengan pertumbuhan pesat, Bandara Banyuwangi bukan hanya gerbang wisata ke ujung timur Pulau Jawa, tapi juga contoh nyata bagaimana kearifan lokal bisa berpadu dengan inovasi global. (Red)