ITS Salurkan Lebih dari 1.000 Beasiswa KIP-K untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Sepanjang satu tahun terakhir, ITS telah menyalurkan beasiswa kepada 1.096 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Nurul Widiastuti, menjelaskan bahwa penerima KIP-K dibebaskan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp 7,5 juta per semester. Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Selain bantuan finansial, ITS juga memberikan pendampingan akademik, pengembangan diri, dan pemantauan prestasi bagi para penerima. “Kami ingin mereka tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Menurut Kepala Subbagian Layanan dan Kesejahteraan Mahasiswa ITS, Friana Ekawati, jumlah penerima KIP-K meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 851 mahasiswa pada 2023 menjadi 1.096 mahasiswa pada 2024. Hingga pertengahan 2024, dana yang disalurkan ITS telah mencapai Rp 92 miliar, naik dari Rp 77 miliar pada 2023.
Untuk tahun 2025, meski kuota resmi dari pemerintah belum ditetapkan, ITS telah mencatat 620 mahasiswa baru jalur SNBP dan SNBT sebagai penerima sementara KIP-K. Jumlah ini masih akan bertambah seiring proses seleksi tahap lanjutan.
ITS juga menyediakan beasiswa alternatif dari berbagai sumber, termasuk Beasiswa Asih yang bersifat donasi terbuka dari dosen, alumni, dan masyarakat umum.
“ITS berkomitmen memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi,” tutup Friana. (Red)

