SMK Kristen Harapan Sejati Lepas 117 Lulusan, Dorong Prestasi hingga Mancanegara
SMK Kristen Harapan Sejati melepas sebanyak 117 siswa kelas 12 dalam acara wisuda kelulusan Tahun Ajaran 2024/2025. Para lulusan terdiri dari 64 siswa Jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) Angkatan IX dan 53 siswa Jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI) Angkatan IV, 18 Juni 2025.
Acara wisuda dihadiri keluarga besar pendiri sekolah (Bapak Suparsono, Ibu Lindratini, Bapak Dermawan), pengurus Yayasan Sumber Pengayoman Sejati (SPS), perwakilan Universitas Surabaya (Ubaya), para pendeta, wali murid, serta para guru.
Kepala Sekolah SMK Kristen Harapan Sejati, Jenifer Christiany Oentoro, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa bekal ilmu dan keterampilan selama tiga tahun bersekolah merupakan modal awal. Namun, dunia kerja nanti akan lebih menilai karakter.
“Ilmu dan keterampilan saja tidak cukup. Dunia luar akan menguji karakter kalian. Jadilah pribadi yang jujur, pekerja keras, rendah hati, dan terus mau belajar. Jangan pernah berhenti bermimpi, dan jangan takut gagal. Gagal itu bagian dari proses menuju keberhasilan,” pesan Jenifer.
52 Persen Lulusan Terima Beasiswa Kuliah
Ketua Yayasan Sumber Pengayoman Sejati (SPS), Dra. Tjio Fong Ing, menyampaikan kabar menggembirakan bahwa sebanyak 61 lulusan (52% dari total lulusan) berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Rinciannya:
•36 siswa jurusan AKL mendapat beasiswa program D3 Akuntansi hasil kerja sama SPS dengan Ubaya.
•1 siswa AKL memperoleh beasiswa penuh (100%) program S1 Akuntansi di Ubaya.
•20 siswa TEI mendapat beasiswa program S1 Teknik Elektro di Ubaya.
•1 siswa TEI memperoleh beasiswa penuh (100%) program S1 Teknik Elektro di Ubaya.
•3 siswa lolos Seleksi Nasional •Berdasarkan Tes (SNBT) dan diterima di UNESA (2 orang) serta PENS (1 orang).
Sejak berdiri pada Tahun Ajaran 2014/2015, SMK Kristen Harapan Sejati telah meluluskan 722 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 orang (27%) berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan 175 di antaranya mendapat beasiswa dari Yayasan SPS.
Program Baru: Kuliah S1 di Tiongkok
Menariknya, Yayasan SPS merencanakan program beasiswa baru bagi lulusan yang memenuhi kriteria untuk kuliah S1 di Tiongkok. Selain beasiswa pendidikan, biaya hidup selama di Tiongkok juga akan ditanggung yayasan. Para penerima program ini nantinya akan menjalani satu tahun persiapan bahasa Mandarin sebelum melanjutkan ke jenjang S1 selama empat tahun.
“Kami berharap, siswa-siswa yang terpilih menempuh pendidikan di Tiongkok tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman hidup yang akan memperkaya karakter mereka,” ujar Tjio Fong Ing.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pendiri sekolah, Ubaya yang memberikan dukungan beasiswa penuh, para guru, dan wali murid atas kerja sama yang telah terjalin.
Fasilitas Lengkap dan Dukungan Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, Tjio Fong Ing mengingatkan bahwa Yayasan SPS juga mendirikan Klinik Kesehatan di dekat sekolah sejak tahun 2015. Klinik tersebut melayani kebutuhan kesehatan siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Acara wisuda semakin meriah dengan penampilan seni dari siswa-siswi SMK Kristen Harapan Sejati dan juga pertunjukan tarian, lagu, serta Wushu dari siswa-siswi Xin Zhong School.
Berprestasi Hingga Mancanegara
Perwakilan dari Fakultas Teknik Ubaya turut membagikan kabar membanggakan, di mana dua alumni SMK Kristen Harapan Sejati, Inoru dan Tasya, yang kini menjadi mahasiswa Teknik Elektro Ubaya, berhasil meraih beasiswa S1 ke St. John’s University, Taiwan. Beasiswa tersebut merupakan kerjasama antara Ubaya dan St. John’s University, Taiwan.
Dedikasi untuk Pendidikan Anak Bangsa
Ibu Lindratini, salah satu pendiri sekolah, mengingatkan kembali bahwa sejak didirikan hampir 10 tahun lalu, SMK Kristen Harapan Sejati dibangun untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera. Sekolah ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR), namun tetap menyediakan fasilitas lengkap dan tenaga pengajar profesional.
“Kami ingin mencetak generasi masa depan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” tutup Ibu Lindratini. (Red)

