Ekonomi

Tembus Rp15 Triliun, Misi Dagang Jatim di Malaysia Cetak Sejarah

Jawa Timur kembali menunjukkan tajinya di panggung global. Dalam gelaran East Java Trade and Investment Forum 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada Rabu (29/4), Pemerintah Provinsi Jawa Timur sukses membukukan total transaksi fantastis sebesar Rp15,25 triliun—rekor tertinggi sepanjang sejarah misi dagang Jatim, baik di dalam maupun luar negeri.

Dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, forum ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kesamaan visi antara Jawa Timur dan Malaysia dalam membangun kerja sama perdagangan serta investasi yang saling menguntungkan.

Dari total capaian tersebut, transaksi penjualan mendominasi dengan nilai Rp14,58 triliun, disusul investasi sebesar Rp650 miliar, serta pembelian senilai Rp19,55 miliar. Angka-angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan minat pasar Malaysia terhadap produk unggulan Jawa Timur.

Beragam komoditas andalan seperti tembaga, tepung, tembakau, kopi, teh, rempah-rempah, hingga produk olahan makanan menjadi magnet utama. Tak hanya itu, forum ini juga menghasilkan kesepakatan strategis untuk pengembangan Jatim Hub di Puspa Agro sebagai pusat logistik dan perdagangan terintegrasi.

Dengan populasi lebih dari 42 juta jiwa, Jawa Timur memegang peran vital sebagai pasar besar sekaligus simpul distribusi yang menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan logistik kawasan Indonesia Timur. Tak heran jika provinsi ini semakin diperhitungkan dalam peta ekonomi nasional maupun regional.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 105 pelaku usaha dari Indonesia dan Malaysia, memperkuat jejaring bisnis lintas negara yang semakin solid.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo. Pertemuan ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif di tingkat internasional.

Capaian ini diperkuat dengan surplus perdagangan Jawa Timur terhadap Malaysia yang mencapai USD 967,06 juta pada 2025. Produk unggulan seperti tembaga, kakao, hingga olahan kayu terus mendominasi pasar negeri jiran.

Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, dan koperasi. Jawa Timur pun kian mengukuhkan diri sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus pemain aktif dalam jejaring perdagangan global.