Imlek dan Cap Go Meh Penuh Makna, Sasana Sinar Ciputra World Pererat Persaudaraan
Kebahagiaan dan kehangatan keluarga besar Sasana Sinar Ciputra World terasa kental saat sekitar 200 anggota berkumpul merayakan Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Restoran XO Surabaya, Minggu malam, 1 Maret 2026. Tawa, salam hangat, dan gerakan Taichi yang mengalun lembut di atas panggung menjadi penanda kebersamaan komunitas yang selama ini rutin berlatih di halaman Ciputra World Surabaya.
Ketua sasana, Susi Tambunan (谭瑞兴师母), mengenang perjalanan panjang yang ia bangun bersama almarhum suaminya, Zhāng Jīn Cān (張金参). Tahun 1996 menjadi titik awal ketika keduanya belajar Yuan Ji Gong di sebuah desa di Wuhan, Tiongkok. Sepulang ke Surabaya, mereka dengan sederhana mengajak teman-teman berlatih di rumah. Antusiasme yang terus tumbuh membuat latihan berpindah ke lapangan terbuka, hingga pada tahun yang sama berdirilah Asosiasi Yuan Ji Gong Indonesia—yang kini dikenal sebagai Sasana Sinar CW. Dari lingkar kecil di halaman rumah, komunitas itu berkembang menjadi keluarga besar yang kini beranggotakan ratusan orang.
Pada perayaan Cap Go Meh itu, Wakil Ketua Lilian Sutanto (陳淑莲) menyampaikan ucapan selamat Imlek sekaligus doa bagi kesehatan, rezeki, dan kesuksesan seluruh anggota. Ia juga mengajak masyarakat luas bergabung agar dapat sehat dan bahagia bersama. “Di sasana kita melakukan senam bersama, yakni Yuen Chi 1, Taichi, dan AW. Juga ada line dance yang membuat hati bahagia dan tubuh sehat,” ujarnya, seraya berterima kasih kepada anggota dan para donatur yang mendukung terselenggaranya perayaan.
Ajakan serupa disampaikan Laoshi Ie Ling, pelatih yang juga mengajar di sasana tersebut. Menurutnya, Taichi memiliki banyak gerakan menarik yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuka peluang meraih prestasi.
Sepanjang acara, para hadirin menikmati hidangan dan melihat penampilan atlet Taichi, senam Yuan Ji Gong, senam AW, dan line dance yang dibawakan anggota lintas usia. Suasana semakin semarak dengan penampilan vokal solo, duet, dan grup dari para anggota yang menunjukkan sisi seni komunitas ini.
Momen paling menyentuh hadir ketika anggota berusia di atas 80 tahun yang tetap aktif berlatih dipanggil ke depan untuk menerima bingkisan apresiasi. Tepuk tangan panjang dan wajah-wajah haru di ruangan menjadi bukti bahwa Sasana Sinar Ciputra World bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan ruang persaudaraan yang merawat kesehatan, semangat hidup, dan kebersamaan hingga usia senja. Perayaan pun ditutup dengan permainan seru berhadiah, meninggalkan kenangan hangat bagi seluruh keluarga besar sasana. Red

