Dosen UK Petra: Imlek sebagai Titik Balik Kehidupan
Bagi masyarakat awam, Imlek identik dengan barongsai, lampion merah, dan angpao (红包, hóngbāo). Namun lebih dari itu, Imlek adalah titik balik kehidupan—sebuah simfoni pergantian musim yang membawa pesan pembaruan. Secara harfiah, Imlek menandai berakhirnya musim dingin dan awal musim semi; secara filosofis, ia menjadi momen menutup lembaran lama dan memulai siklus baru, sebagaimana Idul Fitri atau Tahun Baru Masehi.
Sebagai tradisi budaya, Imlek melampaui batas keyakinan. Ia adalah momen keluarga untuk berkumpul dan memulai hidup yang diperbarui. Tradisi bersih-bersih rumah sebelum Imlek, misalnya, bukan sekadar sanitasi, melainkan simbol membuang kesialan lama agar siap menyambut keberuntungan. Saat hari-H tiba, sapu diletakkan—aktivitas dihentikan—dan kebersamaan menjadi fokus utama.
Harapan juga tersaji dalam hidangan khas. Kue Keranjang atau Nián Gāo (年糕) melambangkan peningkatan derajat hidup karena bunyi “糕” (gāo) selaras dengan “高” (tinggi). Ikan (鱼, yú) hadir sebagai simbol kelimpahan, karena pelafalannya serupa dengan 余 (yú) yang berarti “kelebihan”. Pesannya sederhana: hidup tidak sekadar cukup, tetapi berlimpah dan dapat dibagikan.
Imlek yang sering bertepatan dengan hujan pun sarat makna. Di Tiongkok, ia menandai mencairnya salju menuju musim semi; di Indonesia, ia jatuh pada puncak musim hujan. Dalam pandangan Tionghoa, hujan adalah simbol “banjir rezeki”—energi positif yang turun dari langit dan patut disyukuri.
Tahun 2026, Tahun Kuda Api, membawa energi membara dan akselerasi. Dalam filosofi Tionghoa, api yang 旺盛 (wàng shèng) melambangkan pertumbuhan dan vitalitas, sedangkan kuda melambangkan kecepatan. Pesannya jelas: saatnya menuntaskan yang tertunda dan melangkah maju dengan semangat tinggi.
Pada akhirnya, esensi Imlek adalah harmoni relasi: dengan Langit (天), Bumi (地), dan sesama manusia (人). Prinsip 天时地利人和 menegaskan bahwa waktu yang tepat, tempat yang baik, dan hubungan yang selaras adalah kunci keberhasilan. Imlek pun menjadi momentum pembaruan diri—agar lebih rukun, tangguh, dan bijak dari tahun sebelumnya.
躍馬迎福,駿騰迎祥
(Yuè mǎ yíng fú, jùn téng yíng xiáng)
Kuda berlari membawa berkah; derapnya menandai masa depan gemilang.
Gong Xi Fa Cai (恭喜发财)
Informasi Penulis
Dr. Olivia, S.E., M.A., dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra Surabaya sejak 2010. Lulus doktoral cumlaude dari Universitas Airlangga (2025) dengan disertasi “Dinamika Pemujaan Dewi Makco di Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan: Studi Etnografi.” Minat: budaya Tionghoa-Indonesia, penerjemahan, dan eksplorasi AI. Red

