Keluarga Besar Perkumpulan Marga Huang Jatim Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibu Titin Kumalawati Wongsodirdjo
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur. Pada Jumat malam, 30 Januari 2026, seluruh pengurus dan anggota berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir serta doa bersama bagi mendiang Ibu Titin Kumalawati Wongsodirdjo, yang dilaksanakan di Ruang Lantai 1 President Suite 108–109, Grand Heaven Surabaya.
Ketua Perkumpulan Marga Huang Jatim, Bapak Ng Johanes Wijaya, mewakili segenap pengurus dan anggota, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah, istri tercinta dari Bapak Martohadi Wongsodirdjo, Ketua Kehormatan Seumur Hidup Perkumpulan Marga Huang Jatim.
Ibu Titin Kumalawati Wongsodirdjo berpulang di usia 89 tahun, pada Rabu, 28 Januari 2026. Almarhumah meninggalkan suami tercinta, dua orang putra, para menantu, serta lima orang cucu yang sangat dikasihi.
Ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, baik secara pribadi maupun dari beragam perkumpulan, terlihat dari banyaknya karangan bunga yang memenuhi area rumah duka. Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perhatian, doa, dan dukungan yang diberikan.
Turut hadir memberikan doa dan penghormatan terakhir, jajaran pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia dan PITI Surabaya, yang dipimpin langsung oleh Ustadz Hasan Basri, Bapak Oei Tjing Yen, dan Bapak Ma’mun Hasan.
Kehadiran juga datang dari Anggota Senam Tera Indonesia (STI) Semut Indah, sebuah komunitas yang dekat dengan almarhumah dan keluarga, di mana Bapak Martohadi Wongsodirdjo dikenal sebagai ketua yang senantiasa memberikan dukungan penuh kepada para anggota dan guru pelatih.
Semasa hidupnya, Ibu Titin Kumalawati Wongsodirdjo dikenal sebagai sosok pendamping setia yang selalu memberikan dukungan kepada sang suami dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Berkat dukungan tersebut, Bapak Martohadi Wongsodirdjo aktif berkontribusi di sejumlah perkumpulan, dengan manfaat yang dirasakan oleh banyak orang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, namun juga kenangan tentang ketulusan, kebersamaan, dan kasih yang akan selalu dikenang oleh keluarga dan seluruh kerabat. (Red)

