Pendidikan

Tan Dayou Plt. Konjen RRT di Surabaya Resmikan Chinese Culture Camp 2025 di Sekolah Xin Zhong

Semangat persahabatan dan kebersamaan lintas budaya terasa hangat dalam pembukaan Chinese Culture Camp 2025 di Sekolah Xin Zhong, Pakuwon City Campus, Senin (1/9/2025).

Mengusung tema “Mengenal Budaya Tionghoa, Membangun Jembatan Persahabatan”, kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus memperkaya wawasan budaya para siswa.

Sebanyak 319 pelajar dari 11 sekolah di Surabaya dan sekitarnya ikut serta. Mereka berkesempatan belajar langsung dari tim pengajar seni ternama asal Tianjin, Tiongkok, yang dikenal berpengalaman di bidangnya.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Tan Dayou, Pejabat Pelaksana Tugas Sementara Konsulat Jenderal RRT di Surabaya. Ia didampingi oleh Heru Budihartono (Ketua Yayasan Sarana Hubungan Harmonis Surabaya), Yusuf Masruh (Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya), dan Feng Yuan Yuan (Direktur Eksekutif Asosiasi Persahabatan Luar Negeri Tianjin). Keempatnya bersama-sama memukul gong sebagai simbol dimulainya kegiatan, dan penyerahan bendera Chinese Culture Camp 2025 kepada perwakilan siswa.

Dalam sambutannya, Tan Dayou menyampaikan bahwa Chinese Culture Camp merupakan salah satu proyek unggulan yang konsisten memperkuat jalinan budaya.

“Selama bertahun-tahun, proyek ini memberi kontribusi positif dalam mendorong pertukaran budaya antara Tiongkok dan luar negeri. Camp Budaya Tionghoa di Surabaya ini akan menampilkan esensi dan daya tarik budaya Tionghoa kepada remaja Indonesia,” ujarnya.

Ketua Yayasan Sarana Hubungan Harmonis, Heru Budihartono, menegaskan pentingnya pendidikan budaya bagi generasi muda.

“Budaya membentuk kepribadian dan jiwa. Kami membimbing siswa agar mencintai budaya Indonesia, merangkul kearifan budaya Tiongkok, dan terbuka pada tradisi unggul dari seluruh dunia. Dengan begitu, mereka tumbuh dalam keberagaman dan siap bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Yusuf Masruh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ia menilai kegiatan ini mampu memadukan pembelajaran akademis dengan nilai-nilai budaya.

Sementara itu, Feng Yuan Yuan dari Asosiasi Persahabatan Luar Negeri Tianjin, menekankan eratnya hubungan Indonesia–Tiongkok. Ia juga memperkenalkan Tianjin sebagai kota yang telah menjalin kerja sama dengan 99 pemerintah daerah di 53 negara.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Tianjin untuk melihat langsung keindahan dan keunikannya,” ujarnya, sembari berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, Xin Zhong School, para guru, dan siswa.

Dari pihak sekolah, Gabriel, perwakilan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) SMA Xin Zhong, menyampaikan apresiasi mendalam.

“Kehadiran para guru dari Tianjin membawa esensi budaya Tiongkok langsung ke Surabaya. Ini kesempatan berharga yang akan sangat bermanfaat bagi para siswa,” katanya.

Acara semakin hangat dengan pertukaran cinderamata dan penampilan seni dari para guru Tianjin. Berbagai pertunjukan, mulai dari nyanyian, tarian, musik tradisional, puisi, seni bela diri Wushu, hingga kaligrafi Shufa, sukses memukau hadirin.

Chinese Culture Camp 2025 tak hanya menjadi ruang belajar seni, tetapi juga wadah memperkuat jembatan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok melalui dialog budaya yang hidup, akrab, dan penuh kehangatan. (Red)