Rasmono Sudarjo Perkenalkan Patung 3D Printing, Mirip Asli hingga Detail Baju
Ketua Komunitas Seni Budaya Nusantara, Rasmono Sudarjo, memperlihatkan karya unik: miniatur patung dirinya dan sang istri yang dibuat dengan teknologi 3D printing. Patung setinggi sekitar 20 cm itu begitu detail, mulai dari ekspresi wajah hingga motif pakaian yang dikenakan.
“Hasilnya sama persis dengan wajah saya dan istri, termasuk detail baju. Dunia teknologi memang semakin mempermudah pekerjaan seni,” ujarnya sore itu, (5/8/25).
Rasmono bercerita, proses pembuatan patung ini memakan waktu hampir satu minggu. Dimulai dari tahap pemindaian atau pembuatan model digital 3D, kemudian file tersebut dicetak menggunakan printer 3D dengan material pilihan seperti plastik, resin, atau logam. Proses pencetakan dilakukan lapis demi lapis mengikuti bentuk model. Setelah selesai, patung masih melalui tahap pembersihan dan pengecatan dengan cat akrilik untuk memberikan sentuhan akhir.
Menurutnya, teknologi 3D printing membuka peluang baru di dunia seni patung. Seniman kini dapat membuat karya dengan detail yang sulit dicapai melalui metode tradisional, bereksperimen dengan bentuk yang rumit, serta memproduksi ulang karya dalam jumlah banyak jika dibutuhkan.
“Keunggulannya, hasilnya presisi, detailnya tinggi, dan biayanya lebih terjangkau. Jadi siapa pun, baik seniman maupun masyarakat umum, bisa punya patung pribadi,” tambahnya.
Teknologi ini juga memiliki beragam manfaat, di antaranya: Membuat patung potret diri atau orang lain dari foto. Menghasilkan desain seni yang unik dan kompleks. Membuat figur karakter dari film, game, atau komik. Mencetak patung-patung kecil untuk souvenir atau hadiah.
Dengan hadirnya 3D printing, seni patung kini tak lagi terbatas pada pahat dan tanah liat. Teknologi ini membuka jalan bagi karya yang lebih personal, presisi, dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. (Red)

