Komunitas

Sam Poo Sing Bio Surabaya Ikut Meriahkan Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2025 di Semarang

SEMARANG – TITD Yayasan Sam Poo Sing Bio Surabaya turut ambil bagian dalam perayaan budaya akbar Arak-Arakan Cheng Ho yang diselenggarakan oleh Yayasan Klenteng Agung Sam Poo Kong Semarang pada Minggu, 27 Juli 2025.

Ketua Sam Poo Sing Bio, Hartadi Tanuwijaya, memimpin langsung rombongan dari Surabaya dengan membawa Kimsin (arca suci) untuk mengikuti prosesi arak-arakan yang sarat makna spiritual dan sejarah ini. Keikutsertaan Sam Poo Sing Bio menjadi bagian dari kontribusi aktif mereka dalam mempererat tali silaturahmi antar-TITD (Tempat Ibadah Tridharma) di seluruh Indonesia.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga harmoni lintas komunitas Tionghoa sekaligus melestarikan warisan budaya Laksamana Cheng Ho yang telah menanamkan nilai-nilai perdamaian dan akulturasi sejak ratusan tahun lalu,” ujar Hartadi dengan penuh semangat.

Festival Arak-Arakan Cheng Ho merupakan agenda budaya tahunan yang telah menjadi ikon kota Semarang. Tahun ini, prosesi dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie di kawasan Pecinan, menyusuri jalanan kota, dan berakhir di Klenteng Agung Sam Poo Kong yang megah di kawasan Simongan. Ribuan warga dan wisatawan tampak antusias menyambut rombongan arak-arakan sepanjang rute yang dilewati.

Anandita Rinaldie, General Manager Operasional Wisata Sam Poo Kong, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen istimewa karena menandai 620 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa. “Festival Arak-Arakan Cheng Ho tahun ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang telah melahirkan tatanan masyarakat yang harmonis, salah satunya melalui bangunan bersejarah seperti Klenteng Sam Poo Kong dan tradisi arak-arakan ini,” tuturnya.

Yang menarik, sebanyak 14 klenteng dari berbagai kota di Indonesia ikut serta membawa Kimsin dalam prosesi ini, antara lain:

  1. Sam Poo Sing Bio – Surabaya
  2. Hok Sian Than – Kudus
  3. Cetya Metta Padma – Bekasi
  4. Tai Zi Kiong – Malang
  5. Bio Kwee Seng Ong – Jakarta
  6. Zhong Yi Tang – Jakarta
  7. Sri Kukus Rejo Gunung Kalon – Ungaran
  8. Altar Melati (Mau Li Tang) – Semarang
  9. Klenteng Si Mian Fo – Semarang
  10. Fu Ming Tang – Mranggen
  11. Cing Te Miao – Semarang
  12. Lam Hay Tong – Semarang
  13. Cetya Xi Guang Tan – Semarang
  14. Hok Siu Kwan – Semarang

Kehadiran klenteng-klenteng dari berbagai daerah ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat Tionghoa terhadap warisan sejarah Cheng Ho. Lebih dari sekadar perayaan budaya, arak-arakan ini juga menjadi momentum spiritual dan identitas bersama umat Tridharma yang menghormati nilai-nilai kebajikan, keteladanan, serta persatuan dalam keberagaman. (Red)