Komunitas

Unimaxx Abadikan Keindahan Budaya Tionghoa Lewat Lensa

Surabaya – Sore itu, Sabtu 19 Juli 2025, langit Kenjeran Park mulai temaram saat puluhan fotografer dari Unimaxx Photography Community bersiap di depan Pagoda Tian Ti. Komunitas ini kembali menggelar sesi motret bareng, kali ini dengan sentuhan budaya Tionghoa yang kental dan teknik fotografi yang artistik.

Ketua Unimaxx, Denny D’Colo, menjelaskan bahwa tema kali ini memadukan pertunjukan barongsai dan Wushu dengan teknik steelwool dan light painting—kombinasi yang jarang ditemui dalam satu frame.

“Kami ingin mengangkat kembali budaya Tionghoa yang kaya akan filosofi dan gerak visual yang menarik. Pagoda Tian Ti jadi latar yang sangat pas karena arsitekturnya yang ikonik dan punya nilai simbolik,” ujar Denny di sela kegiatan.

Pagoda Tian Ti sendiri merupakan replika dari Temple of Heaven (Tian Tan) di Beijing, Tiongkok. Menjulang setinggi 58 meter, bangunan berbentuk tabung bertingkat ini menjadi daya tarik tersendiri di kawasan Kenpark. Dengan detail arsitektur yang megah dan nuansa oriental yang kuat, bangunan ini selalu jadi spot favorit para fotografer.

Namun, bukan hanya soal keindahan visual. Ada tantangan teknis di balik sesi ini. Teknik steelwool—yang memanfaatkan serat baja dibakar lalu diputar—membutuhkan perhitungan matang. Percikan api yang tercipta bisa membentuk lingkaran, spiral, hingga payung cahaya yang dramatis. Menurut Denny, gerakan memutar harus dinamis dan presisi, serta dilakukan di tempat gelap agar percikannya benar-benar terlihat dan aman.

“Untuk hasil maksimal, kami gunakan pengaturan kamera dengan ISO rendah (100–200), bukaan f/8 hingga f/11, dan kecepatan rana 15–30 detik. Tripod tentu wajib,” tambah Denny yang tampak tak lepas dari kameranya.

Selain steelwool, teknik light painting juga mencuri perhatian. Dengan gerakan lampu LED atau senter yang diarahkan ke kamera berkecepatan rana terbuka, para fotografer seolah sedang melukis dengan cahaya. Teknik ini membuat suasana sekitar menjadi kanvas hidup yang penuh warna.

Yang paling memukau adalah saat barongsai bergerak lincah di depan pagoda, sementara percikan steelwool menyala seperti cahaya api di latar belakang. Momen-momen seperti ini hanya berlangsung dalam hitungan detik, tapi hasilnya bisa sangat memukau dan penuh makna.

Kegiatan ini juga didukung oleh plazacamera.com, Nikon, Cheers, dan pihak Kenpark. Bagi para anggota Unimaxx, sesi ini bukan sekadar motret—tapi juga bentuk apresiasi terhadap budaya, teknik, dan kerja sama di antara sesama pencinta fotografi. (Red)