News

Inilah 4 Daerah Pemenang Kejurnas Wushu 2025

Surabaya, 6 Juli 2025 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2025, yang digelar di Surabaya dari 1 hingga 6 Juli 2025, menjadi ajang pembuktian kemampuan para atlet dalam meraih medali dan prestasi yang membanggakan daerah asalnya.

Empat daerah berhasil tampil dominan dalam kompetisi bergengsi tersebut melalui dua kategori utama: Piala Ketua Pengurus Besar Wushu Indonesia dan Piala Menpora RI.

Di nomor Senior Sanda, Sumatera Utara berhasil mengangkat piala dengan meraih 5 medali emas. Sementara itu, DKI Jakarta menunjukkan dominasinya di nomor Senior Taolu dengan total 17 medali emas, 6 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Di kategori Sanda pra junior dan junior, Jawa Tengah mendapatkan pencapaian signifikan dengan koleksi 14 medali emas, 10 medali perak, dan 7 medali perunggu. Sementara di nomor Junior Taolu, Jawa Timur tampil maksimal dengan total medali mencapai 32 emas, 20 perak, dan 20 perunggu, menjadikannya daerah terbanyak peraih medali dalam pertandingan ini.

Pernyataan Ketua Wushu Jawa Timur
Ketua Wushu Provinsi Jawa Timur, H.M. Ali Affandi LNM, menegaskan bahwa Wushu bukan sekadar olahraga, melainkan juga merupakan seni, keseimbangan, dan gaya hidup.

“Di tengah era yang dipenuhi disrupsi dan distraksi, Wushu hadir dengan nilai-nilai luhur seperti pengendalian diri, ketangguhan, dan kehormatan. Di atas matras, para atlet tidak hanya menunjukkan teknik, tetapi juga memperlihatkan karakter,” ujarnya saat pembukaan Kejurnas Wushu Indonesia 2025 di Surabaya.

H.M. Ali Affandi LNM menambahkan bahwa Kejurnas tersebut merupakan bagian dari gerakan besar membangun ekosistem pembinaan Wushu yang berkelanjutan. Menurutnya, Jawa Timur saat ini telah menjadi rumah besar dan motor penggerak utama kemajuan olahraga Wushu di tingkat nasional.

“Ini bukan hanya kompetisi, tetapi sebuah marathon panjang untuk membentuk prestasi. Wushu adalah ruang untuk menempa karakter, bukan hanya fisik,” tambahnya.

Sekjen PBWI, Ngatino, menegaskan bahwa Kejurnas ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian penting dari strategi nasional untuk mencetak atlet tangguh masa depan.

“Kami tidak hanya mencari yang tercepat atau terkuat, tetapi mereka yang matang secara teknik dan tahan uji secara mental. Inilah fondasi juara sejati,” ungkapnya dengan penuh keyakinan. (Red)