News

Harapan dan Prestasi: Kisah Para Pendekar Cilik di Kejurnas Wushu 2025

Gedung Olahraga Kenjeran Park dipenuhi semangat juang para atlet muda dari seluruh penjuru Indonesia. Kejuaraan Nasional Wushu 2025 yang digelar hingga 5 Juli ini menjadi panggung prestasi sekaligus momen haru bagi para orangtua yang datang mendampingi putra-putri mereka bertanding.

Sebanyak 911 atlet dari 21 provinsi berlaga memperebutkan Piala Menpora RI dan Piala Ketua Umum PB Wushu Indonesia dalam ajang bergengsi ini. Tak hanya para atlet dan ofisial, sorak sorai penuh semangat juga datang dari bangku penonton—terutama dari para orangtua yang mendukung sepenuh hati.

Salah satunya adalah pasangan Herdi dan Yuli, orangtua dari Farnaz Afsheen Myesha Celmira, atlet cilik berusia 10 tahun asal Jawa Tengah. Farnaz yang kini duduk di kelas 4 SD DJI Surakarta, awalnya tidak menyukai wushu. Namun seiring waktu, semangat dan latihan harian membuatnya jatuh cinta pada seni bela diri ini. “Awalnya karena diminta ayah, tapi sekarang saya suka karena bisa berprestasi,” tutur Farnaz penuh percaya diri.

Sang ibu, Yuli, menaruh harapan besar pada sang buah hati. “Target kami realistis, semoga bisa meraih medali perak. Tapi yang terpenting, dia bisa bertanding dengan semangat dan percaya diri,” ungkapnya.

Farnaz sendiri sudah mengoleksi berbagai medali dari emas hingga perunggu. Ia bangga menjadi bagian dari dunia wushu dan bertekad terus berkembang. (Red)