PT Matahari Sakti dan Universitas Brawijaya Teken MoU untuk Majukan Industri Perikanan Nasional
PT Matahari Sakti (MS), produsen pakan ikan, udang, dan pet food nasional, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka mendorong kolaborasi antara dunia industri dan akademisi.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT Matahari Sakti, Puspitadewi Prijadi, dan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., pada Kamis (26/6/25), di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB dalam rangkaian acara MS Aquafeed Event 25.
Dalam sambutannya, Puspitadewi Prijadi memaparkan profil PT Matahari Sakti yang telah berdiri sejak 1988 dan kini berusia 37 tahun. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis pakan, baik untuk kebutuhan akuakultur seperti pakan udang dan ikan budidaya, maupun pet food seperti pakan ikan hias, kucing, anjing, hingga burung berkicau.
Produk MS telah tersebar dari Aceh hingga Jayapura dan menembus pasar ekspor seperti Filipina, Malaysia, Kepulauan Solomon, Korea, hingga Uganda.
Meski demikian, Puspitadewi menyoroti tantangan serius dalam industri perikanan Indonesia, khususnya pada sektor budidaya udang. Ia menyebutkan, pada 2024 Indonesia hanya memproduksi 380 ribu ton udang, jauh tertinggal dari Vietnam (704 ribu ton), India (1,1 juta ton), dan Ekuador (1,5 juta ton).
“Permasalahan penyakit udang dan menurunnya kualitas indukan ikan turut melemahkan daya saing industri akuakultur kita,” ujarnya. “Diperlukan sinergi nyata antara industri, pemerintah, dan akademisi untuk menjawab tantangan ini.”
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang antara PT Matahari Sakti dan Universitas Brawijaya untuk meningkatkan kualitas SDM, menciptakan inovasi teknologi, memperkuat industri nasional, serta mendukung pendidikan dan penelitian yang relevan. Salah satu upaya nyata yang tengah disiapkan MS adalah pendirian MS Academy, sebuah lembaga pelatihan calon teknisi budidaya udang profesional. Dalam pelaksanaannya, MS berharap kolaborasi dengan UB akan mempercepat transfer pengetahuan dari para ahli kepada generasi muda.
“Kami ingin MS Academy menjadi wadah lahirnya profesional unggul di bidang budidaya udang. Kehadiran para expert dari UB sangat kami butuhkan untuk mendampingi proses pembelajaran,” tambah Puspitadewi.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyambut positif kerja sama ini. Ia menegaskan UB siap mendukung penuh, termasuk dalam hal pendanaan penelitian bersama dan penyediaan fasilitas kampus sebagai lokasi pelatihan MS Academy.
“Kerja sama ini luar biasa karena memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tapi juga bagi masa depan industri perikanan nasional,” tegasnya.
Sebagai simbol komitmen dan sinergi, dalam kesempatan tersebut PT Matahari Sakti menyerahkan donasi kepada Universitas Brawijaya, sementara pihak UB memberikan cendera mata sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini disaksikan dekan, dosen, para agen, staf MS dan tamu undangan. (Red)

