Pengguna KAI Commuter Surabaya Tembus 8,3 Juta, Tumbuh 41 Persen hingga Mei 2025
KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pengguna Commuter Line sepanjang tahun 2025.
Pada periode Januari hingga Mei 2025, jumlah pengguna di wilayah Surabaya dan sekitarnya mencapai lebih dari 8,32 juta orang, atau tumbuh sekitar 41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“KAI Commuter mencatat kinerja positif di Wilayah 8 Surabaya sepanjang Januari hingga Mei 2025 dengan total pengguna mencapai 8.320.820 orang. Angka ini tumbuh 40,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 5.903.663 orang,” ujar Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, Kamis (12/6/2025).
Secara khusus, sepanjang Mei 2025 saja, volume pengguna tercatat sebanyak 1.383.247 orang. Jumlah ini meningkat 9,1 persen dibandingkan Mei tahun lalu.
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan volume pengguna terbanyak sepanjang Mei 2025, dengan total 178.784 orang, disusul Stasiun Wonokromo (124.271 orang) dan Stasiun Malang (109.175 orang).
Sementara untuk tujuan perjalanan, Stasiun Surabaya Gubeng juga menduduki posisi teratas dengan volume kedatangan 178.856 orang, diikuti Stasiun Wonokromo (130.478 orang), dan Stasiun Malang (111.136 orang).
Leza menilai pertumbuhan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi Commuter Line. Selain menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian, penggunaan transportasi umum ini juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan. “Pertumbuhan ini juga menjadi salah satu langkah masyarakat dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan mengatasi kemacetan,” jelasnya.
KAI Commuter terus melakukan berbagai upaya untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan Commuter Line, termasuk integrasi dengan layanan transportasi lainnya, seperti kereta jarak jauh dan transportasi darat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjadikan Commuter Line bagian dari gaya hidup mereka. Sesuai visi perusahaan, KAI Commuter berkomitmen untuk menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban melalui pengelolaan transportasi perkotaan terbaik di Indonesia,” tutup Leza. (Red)

