Putra Daerah Tuban, Brigjen TNI (Purn) Agus Hari Suyanto: “Mari Jaga Kebersamaan di Klenteng Kwan Sing Bio”
TUBAN – Brigjen TNI (Purn) Agus Hari Suyanto, SH, tokoh masyarakat sekaligus putra daerah asal Compreng, Tuban, menyampaikan dukungannya terhadap proses pemilihan Pengurus dan Penilik TITD Kwan Sing Bio (Tjoe Ling Kiong) Tuban untuk masa bakti 2025–2028. Dalam kapasitasnya sebagai sesepuh, Agus mengapresiasi jalannya pemilihan yang berlangsung secara demokratis, jujur, dan adil.
Proses pemungutan suara ini disaksikan berbagai unsur terkait, termasuk dari Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Kodim, Polsek, serta tokoh masyarakat lainnya. “Ini merupakan ajang demokrasi dalam pemilihan pengurus dan penilik TITD Kwan Sing Bio yang sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku. Semoga umat yang beribadah di Klenteng ini bisa tenang, hidup berdampingan secara rukun, dan tetap solid,” ujar Agus.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat yang beragam. “Ada empat pilar dalam menjaga harmoni dan toleransi, yakni: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan menolak akomodasi budaya yang menyimpang dari nilai luhur bangsa,” tambahnya.
Lebih jauh, Agus mengenang masa kecilnya yang lekat dengan keberadaan Klenteng Kwan Sing Bio. “Saya bangga sebagai orang Tuban. Sejak kecil, saya sering bermain di sekitar Klenteng ini. Bahkan, saya akrab dengan para pengurusnya. Pak Go Tjong Ping itu teman kakak saya semasa SMP,” kenangnya.
Sejarah Singkat Klenteng Kwan Sing Bio Tuban
Kwan Sing Bio (廚閩关聖廟), merupakan salah satu klenteng terbesar dan tertua di Indonesia, serta menjadi simbol toleransi dan harmoni di Tuban. Didirikan lebih dari 200 tahun lalu, klenteng ini didedikasikan untuk menghormati Kwan Kong (Guan Yu), jenderal legendaris dari masa Tiga Kerajaan di Tiongkok yang dikenal karena kesetiaan dan integritasnya.
Klenteng ini dikenal unik karena menghadap ke laut, tidak seperti kebanyakan klenteng yang menghadap ke daratan. Posisi ini dipercaya membawa keberkahan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Selain sebagai tempat ibadah, Kwan Sing Bio juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya. Acara ritual seperti Cap Go Meh dan Imlek rutin diadakan di sini, serta dihadiri ribuan umat dan masyarakat umum dari berbagai latar belakang.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh lokal seperti Brigjen TNI (Purn) Agus Hari Suyanto dan keterlibatan aktif berbagai pihak, diharapkan Klenteng Kwan Sing Bio terus menjadi simbol kebhinekaan, spiritualitas, dan persatuan di Bumi Wali Tuban. (Red)

