Masyarakat Antusias Ikuti Pengobatan Tradisional Gratis di Masjid Cheng Hoo Surabaya
Sekitar seratus warga Surabaya antusias mengikuti kegiatan Bhakti Kesehatan Pengobatan Tradisional yang diselenggarakan di Masjid Cheng Hoo Surabaya, Selasa pagi, 3 Juni 2025. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Acara ini merupakan kolaborasi lintas lembaga antara lain: PITI Surabaya & Jatim, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Perkumpulan Pengobatan Tradisional Indonesia (PPTI), World Federation of Chinese Medicine Societies, Ikatan Sinolog Indonesia, Perkumpulan Naturopatis Indonesia DPD Jatim, Universitas Katolik Darma Cendika, Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Kolegium Pengobat Tradisional Interkontinental, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Puskesmas Ketabang, Puskesmas Peneleh, Kampung Herbal Candirejo, dan Dinas Koperasi Kota Surabaya.
Acara diawali dengan doa pembuka oleh Ustad Haryono Ong, Takmir Masjid Cheng Hoo. Dalam sambutannya, Ketua YHMCHI H. Abdullah Nurawi menyampaikan bahwa pengobatan tradisional seperti akupuntur memiliki manfaat luas, bersifat ekonomis, dan telah dikenal secara global.
“YHMCHI secara rutin menggelar bakti sosial pengobatan tradisional bekerja sama dengan berbagai pihak. Manfaatnya nyata — aliran darah lancar, tubuh lebih sehat,” ujarnya. Selain layanan pengobatan, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi produk jamu herbal dari pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi Surabaya.
Sebanyak 100 peserta mendapat pelayanan dari 20 terapis profesional. Setelah melalui proses pendaftaran dan pemeriksaan awal, peserta diarahkan menuju ruang akupuntur. Prosedur tusuk jarum berlangsung sekitar 20 menit, kemudian mereka disediakan makan siang dan minuman.
Camat Genteng, Muhammad Aries Hilmi, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara lebih luas. “Akan lebih bagus lagi bila kegiatan seperti ini digelar saat car free day, supaya masyarakat lebih mengenal manfaat pengobatan tradisional,” katanya.
Sementara itu, Ketua PKNI DPD Jatim yang juga Kaprodi D4 Akupuntur & Pengobatan Herbal UKDC, Suryawan, SE, B.Med, M.Med, berharap semakin banyak masyarakat — terutama generasi muda — tertarik mendalami bidang ini melalui pendidikan formal.
Sekretaris YHMCHI, Oei Tjing Yen, menyampaikan bahwa acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh manfaat. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari media internasional, salah satunya Phoenix asal Tiongkok, yang hadir meliput langsung di lokasi. (Red)

