TK Surabaya Taipei School Rayakan Hari Bakcang
Surabaya – Dalam rangka menyambut Hari Raya Duanwu (端午节), Taman Kanak-Kanak Surabaya Taipei School menghadirkan kegiatan tematik “Aroma Bakcang, Warisan Budaya” pada Kamis, 30 Mei 2025, sehari menjelang perayaan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya tradisional Tionghoa ke dalam jiwa anak-anak melalui cara yang menyenangkan dan penuh makna, seperti mendengarkan kisah Qu Yuan serta praktik langsung membuat bakcang.
Suasana sekolah dihias meriah dengan gambar bakcang dan poster besar perlombaan perahu naga, menciptakan atmosfer perayaan yang hangat sejak anak-anak memasuki area kegiatan. Guru Cheng Yizhen membuka acara dengan cerita interaktif seputar legenda Qu Yuan.
Saat tiba pada bagian kisah Qu Yuan terjun ke sungai, anak-anak terlihat sangat antusias dan penasaran. Ketika mendengar tentang perlombaan perahu naga, tawa riang pun pecah di antara mereka. Pada sesi kuis berhadiah, tangan-tangan mungil berebut untuk menjawab dengan semangat, menandakan antusiasme tinggi mereka terhadap pengetahuan budaya.
Untuk mengenalkan cara membuat bakcang, sekolah menghadirkan Ibu Zheng, seorang ahli dalam membuat bakcang, untuk memberikan pelatihan langsung kepada lebih dari 20 ibu relawan.
Para relawan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan singkat di kantin sekolah. Ketua Yayasan Sekolah Taiwan Surabaya, Ibu Chen Lihua, dan anggota dewan pengurus, Ibu Fan Xiaohui, juga hadir untuk membagikan apel besar sebagai simbol harapan keselamatan kepada para relawan.
Pada hari kegiatan, suasana hangat dan penuh cinta terpancar dari interaksi orang tua dan anak. Para ibu relawan mendampingi langsung setiap kelas sebagai asisten pengajar.
Anak-anak TK mencoba dengan tangan kecil mereka untuk melipat daun, mengisi beras ketan, dan mengikat benang, dibimbing dengan sabar oleh para ibu. Sentuhan tangan-tangan terampil dan penuh kasih ini menjadi simbol pelestarian warisan budaya dari generasi ke generasi.
Sekretaris Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Surabaya, Bapak He Siyi, turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya atas konsep pendidikan “melalui perayaan membangun karakter” yang diusung oleh sekolah. Acara ditutup dengan seluruh siswa dan guru menyanyikan lagu bersama, lalu berfoto bersama dalam suasana penuh kehangatan.
Kepala Sekolah, Bapak Yang Shunfu, menyampaikan bahwa melalui pengalaman nyata menyentuh, merasakan, dan berpartisipasi dalam tradisi budaya, benih budaya Tionghoa secara alami telah tertanam dalam diri anak-anak. “Dari resonansi budaya inilah semangat pendidikan bersama dapat terbangun,” ujarnya.
Kegiatan Duanwu yang menggabungkan elemen cerita, belajar, praktik, dan permainan ini bukan hanya menunjukkan efektivitas pendidikan berbasis budaya yang diusung Sekolah Taiwan Surabaya, tetapi juga memperkuat jalinan kerja sama antara orang tua dan sekolah.
Ketika anak-anak pulang dengan membawa bakcang buatan tangan mereka sendiri, mereka tidak hanya membawa keceriaan perayaan, tetapi juga awal yang indah dalam memahami dan mencintai budaya mereka sendiri. Red

