News

Merayakan Keindahan dalam Keberagaman: “Catur Kultur” Ungkap Jejak Budaya Dunia dalam Wastra Indonesia

Jakarta – Museum Tekstil Jakarta kembali membuka ruang untuk merayakan kekayaan budaya Nusantara lewat pameran temporer bertajuk “Catur Kultur pada Wastra Indonesia”.

Dibuka secara resmi pada Senin, 27 Mei 2025, pameran ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Indonesia tumbuh subur dalam keberagaman dan keterbukaan terhadap dunia.

Pameran ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, dan turut dihadiri oleh jajaran penting di bidang pelestarian budaya, seperti Kepala UP Museum Seni, Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Bahari, serta perwakilan dari Himpunan Wastraprema.

Catur Kultur, yang berarti empat budaya, merujuk pada pengaruh besar dari peradaban Cina, India, Islam, dan Eropa yang telah melebur dalam tradisi tekstil Indonesia. Melalui perpaduan itu, lahirlah ragam motif, warna, teknik, dan nilai filosofi yang memperkaya identitas wastra Nusantara, tanpa menghapus jati diri aslinya.

“Wastra Indonesia adalah bukti bahwa budaya kita tidak tumbuh dari isolasi, tetapi justru dari dialog yang dinamis dengan dunia luar. Pengaruh-pengaruh asing ini tidak merusak, tetapi memperkaya,” ungkap Miftahulloh dalam sambutannya.

Di tengah koleksi pameran, pengunjung dapat menjumpai kain-kain langka dengan corak khas Tionghoa seperti motif naga dan burung phoenix, ragam batik dengan nuansa India dan Persia, serta kain dengan sentuhan warna dan desain ala Eropa abad ke-19. Setiap lembar kain menjadi saksi bisu dari perjumpaan budaya yang panjang dan penuh makna.

Pameran ini tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga menghadirkan narasi sejarah, filosofi di balik motif, serta kisah para perajin yang mewariskan keahlian ini lintas generasi. Dalam suasana ruang pamer yang hangat dan penuh estetika, pengunjung diajak memahami bahwa keberagaman bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari identitas bangsa.

“Catur Kultur” akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan dan terbuka untuk umum. Museum Tekstil berharap pameran ini dapat menjadi ruang refleksi, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia dengan cara-cara baru yang kreatif dan inklusif. (Red)