Pendidikan

ITS Pacu Hilirisasi Inovasi, Kemdiktisaintek Siap Dukung Dampak Ekonomi Nyata

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat peran strategisnya dalam dunia riset dan inovasi. Hal ini tercermin dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof Stella Christie PhD ke kampus ITS pada Selasa (27/5/25), dalam rangka diskusi strategis mengenai arah pengembangan riset dan akademik ITS.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Rektorat ITS ini dipandu oleh Wakil Rektor IV ITS, Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD. Dalam paparannya, Prof Hatta menegaskan transformasi ITS dari universitas berbasis riset menuju universitas inovatif. Salah satu langkah konkretnya adalah pembangunan Science Techno Park (STP) sebagai pusat hilirisasi inovasi teknologi.

“STP ITS dibangun untuk menjembatani riset kampus dengan dunia industri dan masyarakat. Kami memiliki empat klaster unggulan: maritim, teknologi informasi dan robotika, industri kreatif, serta teknologi berkelanjutan,” jelas Guru Besar Teknik Fisika tersebut.

Prof Stella menyambut baik langkah strategis ITS. Ia memuji ITS sebagai salah satu kampus yang mampu memadukan potensi lokal dengan kebutuhan nasional. “ITS memiliki peran penting untuk mendorong keunggulan Indonesia di bidang kemaritiman, ketahanan pangan, energi bersih, dan alat kesehatan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa hilirisasi riset adalah kunci agar inovasi tidak berhenti di publikasi ilmiah semata, melainkan menghasilkan produk nyata yang berdampak langsung pada perekonomian. “Riset harus menciptakan inovasi dan start-up yang menggerakkan ekonomi nasional,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan masih ada. Sekretaris Institut ITS, Prof Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc, mengungkapkan bahwa regulasi menjadi salah satu hambatan utama. Banyak inovasi ITS yang siap masuk industri namun terkendala legalitas dan perhitungan nilai ekonomi. Ia berharap pemerintah dapat memberikan panduan serta dukungan regulatif yang lebih konkret.

Berbagai inovasi ITS yang dipaparkan dalam diskusi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 mengenai pendidikan berkualitas. ITS berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, berbasis teknologi, serta mendorong riset yang meningkatkan kapasitas SDM nasional.

Menutup diskusi, Prof Stella menegaskan dukungan Kemdiktisaintek untuk menjadikan ITS sebagai universitas berbasis kewirausahaan.

“Kami ingin memastikan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium, tapi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya dengan penuh optimisme. (Red)