Komunitas

Dialog Strategis INTI dan Marga Huang Jatim: Peluang di Tengah Krisis Global

Surabaya – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur bersama Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Yayasan Bina Marga Canggih, dan Universitas Surabaya menggelar diskusi strategis bertajuk “Perubahan Geo-Politik dan Geo-Ekonomi, serta Tantangan bagi Perekonomian dan Bisnis Indonesia Masa Kini.”

Acara ini berlangsung pada Jumat malam (16/5/2025) di kantor Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Jalan Embong Ploso 34, Surabaya.

Ketua Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Ng Johanes Wijaya, membuka acara dengan menyoroti dampak besar dinamika geopolitik terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.

“100 hari pemerintahan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat telah menciptakan guncangan global yang turut terasa di tanah air,” ungkapnya.

Ia juga mengajak komunitas Tionghoa untuk bersinergi membangun kekuatan ekonomi nasional melalui kolaborasi antarperhimpunan dan yayasan.

Senada dengan itu, Ketua Perhimpunan INTI Jawa Timur, Stefanus Budy Wijaya Subali, menegaskan bahwa diskusi ini menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha lokal dalam memahami dampak perang dagang Amerika–China.

“Kami ingin hasil diskusi ini dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah, terutama dalam upaya menggerakkan ekonomi di Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya.

Diskusi ini dipandu oleh Prof. Sujoko Efferin, Ph.D., dan menghadirkan dua pembicara berpengalaman: Peter Sutjiono Tjio, pengusaha sekaligus Dewan Pakar HIMKI Pusat, serta Prof. Drs. Ec. Wibisono Hardjopranoto, M.S., ekonom dan akademisi senior.

Peter Sutjiono Tjio dalam paparannya mendorong pelaku usaha untuk tidak pasif menghadapi perubahan global.
“Peluang tetap ada di tengah krisis. Pengusaha harus aktif dan adaptif agar roda ekonomi terus bergerak,” ujarnya, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Bina Marga Canggih.

Sementara itu, Prof. Wibisono mengkritik keras kebijakan luar negeri Presiden Trump yang dinilainya lebih mengedepankan kepentingan pribadi. Ia menyebut hal ini sebagai faktor destabilitas ekonomi dunia yang turut memengaruhi kondisi Indonesia.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Di akhir sesi, para narasumber dan moderator menerima piagam penghargaan dan cinderamata dari para senior Marga Huang Jatim serta Ketua Perhimpunan INTI Jatim.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta berharap forum ini bisa membuka cakrawala baru serta melahirkan strategi nyata dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. (Red)