Rasmono Sudarjo Populerkan Budaya Indonesia di Ajang Pameran Fotografi dan Lukisan Cat Minyak di Fuzhou
Persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin sejak 13 April 1950 kini genap berusia 75 tahun. Hubungan kedua negara ini terus berkembang pesat di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, budaya, maritim, keamanan, hingga politik.
Dalam bidang budaya misalnya dengan digelarnya pameran bersama antara seniman Indonesia dan Tiongkok yang digelar di Akademi Seni Lukis Yanshan, Distrik Cangshan, Kota Fuzhou.
Pameran Fotografi dan Lukisan Cat Minyak ini berlangsung selama sepekan dan menampilkan tiga karya fotografer asal Fuzhou serta sepuluh lukisan dari seniman Surabaya, Indonesia, Rasmono Sudarjo, (7/5/25).
Rasmono Sudarjo, Ketua Surabaya Art Society, berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat pertukaran seni dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok, sejalan dengan semangat 70 tahun Konferensi Asia Afrika dan 200 tahun peringatan pelayaran Laksamana Cheng Ho.
Baru-baru ini, tepatnya pada 29 April 2025, Rasmono mendirikan Komunitas Seni Budaya Indonesia. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah baru bagi para seniman untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia di kancah internasional.
Dikenal sebagai pelestari budaya melalui seni lukis, Rasmono telah seringkali menggelar pameran di tanah air maupun ikut pameran di Tiongkok. Melalui kanvas dan warna, Rasmono membawa pesan perdamaian dan keberagaman budaya.
Selain itu, Rasmono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya merupakan inisiator pelatihan seni yang rutin diselenggarakan setiap hari Sabtu secara gratis, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan dunia seni. (Red)

