Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Segera Beroperasi
Kapal cepat berkapasitas 300 penumpang akan segera menghubungkan Banyuwangi dan Denpasar.
Layanan ini dijadwalkan beroperasi mulai Juni 2025, dengan rute Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Marina Boom, Banyuwangi – Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau kesiapan Pelabuhan Marina Boom pada Jumat (4/4/2025).
Khofifah menekankan pentingnya menampilkan identitas Banyuwangi di ruang tunggu kapal cepat, selaras dengan desain stasiun Banyuwangi Kota yang baru direvitalisasi dan Bandara Banyuwangi.
Bupati Ipuk menyambut baik ide ini, mengingat transportasi publik di Banyuwangi sudah konsisten menampilkan nuansa lokal.
Ipuk optimistis beroperasinya kapal cepat ini akan berdampak positif bagi perekonomian Banyuwangi, menjadikannya hub logistik dan transportasi di Jawa Timur, serta meningkatkan jumlah wisatawan. Keunggulan kecepatan tempuh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari Bali.
Selain meninjau kesiapan kapal cepat, Khofifah juga mengunjungi Pelabuhan Ketapang untuk meninjau rencana pembangunan jembatan penghubung Dermaga LCM (Dermaga IV) dan Dermaga Bulusan, menindaklanjuti permintaan ASDP pada 28 Maret lalu.
Khofifah berharap upaya ini memaksimalkan peluang sektor jasa dan layanan publik di Banyuwangi.
Khofifah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi barang melalui transportasi laut yang efektif dan efisien.
Ke depannya, layanan ini akan diperluas untuk menghubungkan Banyuwangi dengan Sulawesi dan Kalimantan, mendukung mobilitas barang, jasa, dan penumpang.
Diperkirakan tiket sekali jalan Rp200 ribu, hanya untuk penumpang tidak ada kendaraan, dengan durasi waktu 2 setengah jam saja. (Red)

