Tim SMA Kristen Petra 2 Juarai Young Scientists Festival
Ruang Mark di Gedung Radius Prawiro lantai 10, kampus Petra Christian University (PCU) menjadi saksi keberhasilan para “peneliti” muda ini pada Kamis (27/2/25) lalu.
Tim dari SMA Kristen Petra 2 berhasil menjadi pemenang utama dalam kompetisi Young Scientists Festival (YSF) 2024 yang diselenggarakan oleh Nexus Knowledge, bekerja sama dengan Petra Christian University, BINUS ASO, dan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB).
Mereka adalah Ardan Rezon Prasetio, Kimi Alexander Lie, dan Samuel Jason Liwanto.
“Melalui ajang ini, Nexus Knowledge berupaya membuka jalan bagi para pemikir muda Indonesia untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka, mengatasi tantangan melalui riset, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Harapannya, YSF bisa terus menjadi wadah sekaligus komunitas untuk melahirkan ilmuwan-ilmuwan muda yang mampu mengatasi tantangan global dan membawa dampak positif bagi dunia,” ungkap Meilinda, M.A., Ketua Nexus Knowledge.
Kompetisi yang berlangsung selama Oktober 2024-Januari 2025 ini menjadi wujud nyata kontribusi institusi pendidikan dalam memberi wadah bagi anak muda untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi ilmiah mereka.
Ardan dan kawan-kawan melangkah mantap mengusung judul “Investigation of the Size Control of Copper Ferrite Nanoparticles on their Electrical Properties in a Ferrofluid System using Oleic Acid Surfactant as an Energy Harvester”.
Tak banyak orang tahu, bahwa ada energi tersimpan dalam magnet cair dan dapat digunakan untuk berbagai hal.
Mereka meneliti kontrol ukuran nanopartikel tembaga ferit (CuFe₂O₄) terhadap sifat listrik dalam sistem ferrofluid, menggunakan asam oleat sebagai surfaktan sekaligus pengumpul energi (energy harvester).
Penelitian mereka ini menggabungkan konsep sains dan teknologi mutakhir, yang akhirnya berhasil mengidentifikasi potensi penggunaan ferrofluid dalam berbagai aplikasi energi, seperti superkapasitor dan nanogenerator.
Menggunakan teknologi yang dikembangkan, harapannya penelitian mereka dapat memberi solusi bagi masalah energi yang kerap menjadi tantangan di Indonesia.
Sebab, ferrofluid terbukti berpotensi menjadi sumber energi alternatif, dan jika diproduksi secara masif, bisa diintegrasikan dengan perangkat modern, seperti superkapasitor untuk penyimpanan energi yang lebih efisien.
“Kami merasa senang dan tak menyangka bisa menang, apalagi kami bertiga tidak semuanya mengambil jurusan IPA (sepenuhnya). Mengingat kurikulum yang ditempuh adalah Kurikulum Merdeka,” kata Ardan.
Kemudian Samuel menambahkan, “Tapi kami belajar banyak melalui bimbingan dari Pak Rosy, guru pembimbing kami, yang mengajarkan tentang bagaimana berpikir lebih dalam dan kritis seperti seorang peneliti profesional.”
Tak hanya soal prestasi, karya mereka juga memiliki potensi praktis yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Penelitian ini bisa jadi referensi untuk mengolah pasir besi alam menjadi barang setengah jadi yang lebih bernilai, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Rosy Eko Saputro, M.Si., guru pendamping tiga laki-laki muda yang berperawakan tinggi itu.
Puncak pencapaian bagi para pemenang YSF 2024 ini adalah kesempatan untuk menghadiri konferensi internasional di Sapporo, Jepang pada 7-9 Maret 2025.
Di sana, perwakilan pemenang bersama dengan pembimbing dan Prof. Dr. Willyanto Anggono, S.T., MSC., dari PCU sebagai pendamping akan berpartisipasi dalam The 15th International Conference on Future Environment and Energy (ICFEE 2025).
“Kalian masih muda, dan ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Membangun curiosity sejak muda itu sangat bagus sekali. Jadikan itu bekal untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi,” kata Prof. Willy.
Kimi sebagai perwakilan yang berangkat ke Jepang mengungkapkan antusiasmenya.
“Saya harus mempersiapkan materi dengan lebih mendalam dan mempelajari cara berbahasa yang lebih formal, karena di sana kami akan berkomunikasi dengan peneliti dari berbagai belahan dunia,” ceritanya.
Laki-laki berkacamata itu merasa beruntung dan berterima kasih kepada Petra Christian University karena telah memberikan kesempatan bagi mereka untuk memasuki dunia penelitian ilmiah yang lebih luas lewat YSF.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk lima profesor Petra Christian University sebagai juri, penyelenggara, dan mentor-mentor yang siap mendukung para siswa, YSF 2024 membuktikan bahwa generasi muda Indonesia siap menyongsong masa depan yang lebih cerah melalui penelitian yang berdampak dan inovasi yang terus berkembang.
Sehingga pada akhirnya akan mendorong transformasi masyarakat yang lebih maju, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Generasi emas pun tak lagi menjadi wacana saja. (Red)

