Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo Resmi Ditahbiskan Sebagai Uskup Surabaya
Surabaya – Setelah 14 bulan masa sede vacante, Keuskupan Surabaya akhirnya memiliki gembala baru. Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo resmi ditahbiskan sebagai Uskup Surabaya, dalam misa tahbisan yang berlangsung di Gedung Widya Mandala Hall Surabaya, Selasa 22 Januari 2025.
Perayaan liturgis agung ini dipimpin oleh Duta Besar Vatikan (Nuntio) Mgr. Piero Pioppo sebagai Uskup Penahbis, didampingi oleh Mgr. Pius Riana Prapdi (Uskup Ketapang) dan Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm (Uskup Malang).
Turut hadir 37 uskup aktif dari seluruh Indonesia, 2 uskup emeritus, para imam, biarawan-biarawati dari berbagai tarekat, serta umat beriman dari berbagai paroki.
Dalam prosesi yang sakral, Mgr. Agustinus menerima rahmat Sakramen Tahbisan Kudus. Ini meneguhkannya sebagai gembala utama, yang memimpin Keuskupan Surabaya.
Dengan motto Diligere Sicut Christus Dilexit (Mencintai Seperti Kristus Mencintai), dia diingatkan akan panggilannya untuk mengasihi dengan tulus, rela berkorban, dan melayani umat seperti Kristus.
“Mengasihi bukan sekadar kata-kata, tetapi tindakan nyata. Kasih sejati adalah pemberian yang tulus, meski harus berkorban,” ungkap Mgr. Agustinus dalam homilinya.
Tahbisan Uskup melibatkan 16 ritus utama, termasuk pembacaan Bulla dari Tahta Suci, Litani Para Kudus, penumpangan tangan, dan pengurapan.
Dalam simbol-simbol sakral seperti cincin, mitra, dan tongkat gembala yang diserahkan, tersirat panggilan uskup untuk memimpin dengan kasih, kebijaksanaan, dan kesetiaan kepada Sabda Tuhan.
Dengan pengangkatan ini, umat Keuskupan Surabaya menyambut harapan baru untuk perjalanan iman di bawah bimbingan Mgr. Agustinus.
“Kami percaya, Uskup baru akan membawa visi baru yang memperkuat iman dan pelayanan umat,” kata salah satu umat yang hadir.
Tahbisan ini, tidak hanya menjadi momen sukacita bagi Keuskupan Surabaya. Tetapi juga menegaskan kesatuan Gereja lokal dengan Gereja universal.
Kehadiran para uskup dari seluruh Indonesia, mencerminkan semangat kolegialitas dan persaudaraan dalam Gereja Katolik. (Red)

