Perkumpulan Tionghoa Surabaya Gelar Kelas Pelatihan Chinese Painting Gratis, Sangat Diminati Peserta

Kelas pelatihan Chinese Painting yang digelar secara gratis ini sangat diantusiasi peserta. Kelas pelatihan seni Chinese Painting menghadirkan mentor Lilik Meria Susanto (趙立美), diselenggarakan di Gedung Yayasan Bhakti Persatuan, tepat pukul 2 siang hingga selesai, Sabtu, 15 Juni 2024.

Lilik menjelaskan Chinese Painting atau yang dikenal dengan 中国画 Zhōngguó huà pada dasarnya sama seperti Kaligrafi. Menggunakan Mao Pit atau kuas yang dicelupkan ke dalam tinta hitam atau tinta berwarna.

“Dulu Chinese Painting hanya hitam putih, tapi sekarang sudah penuh warna dan lebih bersemangat,” jelasnya.

Untuk menggambarnya juga dibutuhkan sket, pada awalnya. Barulah diberi warna dengan kuas.

Lilik pun menunjukkan Chinese Painting gambar macan, burung, dan mawar.

“Kelas Chinese Painting yang dibawakan Lilik Meria Susanto masih dasar dasarnya, tentunya ada kelanjutan,” kata Rasmono Sudarjo Sekjen PMTS.

Rasmono yang juga menjabat sebagai Ketua SAS menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya kelas seni ini untuk pelestarian budaya Tionghoa, berbagi ilmu dan membantu kaum difabel untuk mandiri.

“Kebetulan beberapa anak anak disabilitas turut menjadi peserta, selain muda mudi dan lansia,” ujarnya.

Pelatihan seni selalu berganti materi, seperti kelas menyanyi, menari, fotografi, Shufa, videografi, melukis dan sebagainya.

Kelas Pelatihan Seni ini digelar gratis untuk muda mudi dan semua kalangan, diselenggarakan oleh; Yayasan Bhakti Persatuan (YPB), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Surabaya Art Society dan Unimaxx Photography Community, dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *