Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming Surabaya & Sekolah Menengah Mingxin Tiongkok Lakukan Kerjasama Tingkatkan Mutu Pendidikan Bahasa Mandarin
Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming Surabaya melakukan MoU penandatanganan kerjasama pendidikan bahasa Mandarin dengan Sekolah Menengah Mingxin, Distrik Licheng, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian Tiongkok, pukul 11 siang, Selasa 11 Juni 2024.
Penandatanganan dilakukan oleh Sugijanto Tjandra (张兆恩) Ketua Direksi Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming (開明三語學校校董) dengan Mr. Jiang Changming, Ketua Direksi Sekolah Menengah Mingxin (明新华侨中学校董蒋長铭先生), di lantai 5, Gedung Sekolah Khay Ming, Jl Lakarsantri No. 16 Citra Raya, Surabaya.
Perjanjian kerjasama tersebut disaksikan puluhan orang dari kedua belah pihak. Selesai melakukan MoU, kedua belah pihak saling bertukar cinderamata.
Pada kesempatan itu, Sugijanto Tjandra dalam pidatonya mengaku sangat terhormat dengan kedatangan delegasi dari Distrik Licheng, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok.
Sugijanto Tjandra menceritakan sedikit tentang Sekolah Tiga Bahasa Khay Ming yang didirikan tahun 1953. Namun ditutup tahun 1966.
Para guru dan alumni Khay Ming secara resmi membuka Khay Ming School pada Mei 2017, untuk Play Group dan TK. Pada 21 November 2023, Khay Ming School memiliki dua gedung baru berlantai lima dan resmi dibuka.
“Hari ini (11/6/24), kami melakukan kerjasama pendidikan dengan Sekolah Menengah Mingxin, semoga meningkatkan pendidikan bahasa Tionghoa,” ujar Sugijanto Tjandra Ketua Yayasan Khay Ming Harapan Bangsa.
Sieny Utami (吴萌暄) Wakil Ketua Yayasan Khayming Harapan Bangsa dalam pidatonya mengatakan Khay Ming School fokus mengajarkan pendidikan akhlak, bakat kepada para siswa serta mempelajari 3 bahasa, selain belajar ilmu pengetahuan.
“Para guru mendidik siswa untuk kreatif, berpikiran positif menghadapi masa depan, dengan kemampuan, kecerdasan dan bakat sehingga berdaya saing di dalam masyarakat,” terangnya.

Henry Dermawan (李光迈) Pembina Yayasan Khayming Harapan Bangsa (開明民族希望基金會輔導) berharap kunjungan delegasi Distrik Licheng ke Khay Ming School menjadikan awal kerjasama utama dalam hal guru bahasa Mandarin.
“Saat ini banyak sekolah Tiga Bahasa di Indonesia dan membutuhkan banyak guru Mandarin,” ujarnya.
Sementara itu, Mr. Jiang Changming, Ketua Direksi Sekolah Menengah Mingxin (明新华侨中学校董蒋長铭先生) mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Khay Ming School dan melakukan kerjasama, sehingga meningkatkan pembelajaran bahasa Tionghoa.
Jiang Changming mengaku ayahnya lahir di Indonesia. Ia pun sering bertandang ke Indonesia mengunjungi saudara. Sayangnya mereka tidak bisa berbahasa Mandarin, mengakibatkan kurangnya pengetahuan tentang budaya Tiongkok. Ia pun berharap warga Tionghoa di Indonesia bisa belajar bahasa Mandarin.
Mr. Jiang Huinong, Ketua Asosiasi Marga Jiang (蒋氐宗亲会主席蒋辉农先生) mengaku pernah ke Tiongkok belajar bahasa Mandarin yang kini menjadi bahasa internasional. Ia berharap generasi muda Marga Jiang belajar bahasa Mandarin, karena dibutuhkan dalam hubungan perdagangan.
Mr. Huang Huican, Ketua Distrik Licheng (泉州市鲤城区委書记黄辉灿先生) mengatakan dirinya pertama kali datang ke Indonesia. Ia mengapresiasi generasi muda Tionghoa mau belajar bahasa Mandarin.
Keberadaan Khay Ming School menjadi awal dari anak anak bisa belajar bahasa Mandarin. “Semoga kerjasama yang dilakukan kedua sekolah memberikan semangat bagi para murid di Indonesia untuk terus belajar bahasa Mandarin. Dan hubungan keduanya makin erat,” harapnya.
Dalam acara pertemuan sangat terasa kekeluargaan dengan hidangan khas jajanan pasar Jawa.
Bertindak sebagai pembawa acara, adalah Cao Rui (曹芮), Guru Native dari Jiangsu, Tiongkok dan Wieta Sachrista (韦丽佳) Koordinator Bahasa Mandarin Khay Ming School.
Rombongan delegasi Distrik Licheng juga menyempatkan melihat pameran foto dan lukisan di gedung masuk Khay Ming School. (Red)
