Hari Bakcang merupakan tradisi yang dirayakan masyarakat Tionghoa. Biasanya masyarakat melakukan sembahyang bakcang atau pehcun, yang tahun ini jatuh pada tanggal 10 Juni 2024.

Tak terkecuali, Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya yang juga melaksanakan sembahyang Bakcang. Di depan altar persembahan juga disediakan beberapa bakcang di atas piring.

Perayaan Bakcangan untuk mengenang Qu Yuan menteri negara Chu yang meninggal dunia, karena melawan agresi negara Qin.

Berdasarkan legenda, bakcang pertama kali muncul di zaman Dinasti Zhou, di mana simpati rakyat kepada Qu Yuan.

Bakcang dari dua kata, yaitu bak artinya daging dan cang berarti berisi daging. Dalam perkembangannya ada yang berisi sayuran disebut chaicang. Juga ada bakcang yang tidak ada isinya.

Makanan bakcang sangat populer di masyarakat, karena rasanya enak dan gurih, terbuat dari beras ketan yang diisi daging, kacang, dan bahan lainnya. Kemudian dibungkus dalam daun bambu, lalu diikat dengan tali.

Bakcang dengan simbol empat sudut, memiliki arti dan harapan yang baik. Sudut-sudut tersebut memiliki harapan cinta, persatuan, doa damai sejahtera, rejeki lancar dan kesuksesan usaha.

Membuat bakcang juga diajarkan di berbagai sekolah. Murid-murid sekolah sangat antusias mengikuti petunjuk guru membuat bakcang.

Seperti salah satunya di Little Sun School juga mengajarkan anak anak membuat bakcang sendiri dengan bimbingan guru.

Demikian pula di LKP Pusat Bahasa Tionghoa PA CHHS Surabaya dalam acara Chinese Window ke-6, yang diselenggarakan beberapa hari lalu, juga mengajarkan cara membuat bakcang yang diantusiasi para muridnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *