Mr. Yan Zizhong pengusaha asal Tiongkok tertarik kualitas bordir asal Kota Probolinggo, saat mengunjungi Expo Pameran Dekranas 2024 di stand Dekranasda Jatim, Kamis (16/5/2024).

Pameran Dekranas 2024 di Kota Solo berlangsung dari 15 hingga 18 Mei 2024 di Lapangan Pura Mangkunegaran.

Menampilkan berbagai kegiatan seperti workshop, seminar, dan pertunjukan seni yang melibatkan berbagai komunitas dan seniman dari seluruh Indonesia.

Mr. Yan Zizhong terkenal sebagai pengusaha pelopor industri dekorasi rumah dan bordir di Tiongkok.

Ia mengungkapkan sangat terkesan dengan kehalusan dan keindahan karya seni yang dipamerkan. Produk-produk dekorasi rumah dan bordir dari Kota Probolinggo memiliki karakteristik yang unik dan kualitas yang tinggi.

“Saya sangat ingin belajar lebih dalam tentang teknik dan desain yang digunakan para pengrajin di sini,” ujarnya, berada di Solo untuk memperdalam pengetahuannya tentang seni home dekor dan bordir.

Bahkan, Mr. Yan Zizhong mengungkapkan minat khususnya pada produk-produk dari Kota Probolinggo.

Daerah ini terkenal dengan seni bordirnya yang halus dan indah, serta dekorasi rumah yang kreatif dan elegan, katanya.

“Saya telah mendengar banyak tentang keunikan bordir Probolinggo. Kunjungan ini merupakan kesempatan besar bagi saya untuk melihat langsung dan belajar dari para ahli di sini,” tambahnya.

Rencananya Mr. Yan Zizhong berkunjung ke Kota Probolinggo bertemu dengan komunitas pengrajin setempat.

Diharapkan kunjungannya dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pengrajin lokal dan pasar internasional.

Fitriawati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Probolinggo menyampaikan sangat senang dengan ketertarikan Mr. Yan Zizhong terhadap produknya.

Ini adalah peluang emas untuk memperkenalkan budaya dan kerajinan kami ke dunia internasional,” ujarnya.

Pameran Dekranas tahun 2024 ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang menampilkan beragam produk kerajinan tangan dan karya seni lokal.

Ajang ini tidak hanya menjadi pameran produk, tetapi juga sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan budaya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *