Umat Buddha Jatim Peringati Hari Tri Suci Waisak 2024, Gelar Karya Bakti di TMP 10 Nopember Surabaya

Dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak ke 2568 Buddhist Era (BE), DPD Walubi Jatim, Persatuan Umat Buddha Indonesia atau Permabudhi Jatim dan Pembimas menggelar karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sepuluh Nopember, di Jl. Mayjen Sungkono Surabaya, tepat pukul 7 pagi, Kamis 9 Mei 2024.

Karya bakti yakni melakukan kegiatan upacara dan doa kepada para pahlawan, dilanjutkan dengan penyerahan tali asih berupa bingkisan sembako kepada puluhan petugas Taman Makam Pahlawan 10 Nopember. Diakhiri dengan tabur bunga di makam para pahlawan.

Gito Sugiarto Ketua DPD Walubi Jatim menyampaikan peringatan Hari Tri Suci Waisak rutin diselenggarakan setiap tahun oleh umat Buddha dengan mengadakan karya bakti menabur bunga dan baksos. “Pemberian sembako untuk petugas di sini diharapkan menjadi berkah,” imbuhnya.

Masih penjelasan Gito Sugiarto bahwa pelaksanaan karya bakti yang digelar di TMP 10 Nopember sebagai perwujudan cinta kasih kepada semua umat dan mengenang jasa para pahlawan. Berkat perjuangan para pahlawan, masyarakat bisa menikmati kehidupan yang damai.

“Umat Buddha menjunjung tinggi nilai nilai kebajikan. Selalu berbuat kebaikan kepada seluruh lapisan masyarakat di Jatim,” ujar Gito Sugiarto yang berharap seluruh umat Buddha semakin baik, harmonis, rukun dan merayakan Hari Tri Suci Waisak dengan penuh suka cita serta bahagia.

Satimin, S.Pd Pembimbing Masyarakat Buddha pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi kegiatan karya bakti di TMP 10 Nopember yang diselenggarakan Walubi Jatim dan Permabudhi Jatim.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan keyakinan umat Buddha, serta menumbuhkan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Satimin yang berharap walau umat Buddha berbeda sekte, tapi tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan nilai nilai Pancasila.

Lebih lanjut Satimin mengatakan tabur bunga di TMP mengingat sejarah perjuangan para pahlawan, oleh karenanya Umat Buddha tidak akan melupakan jasanya. Sebagai penerus bangsa, umat Buddha menyadari pentingnya perjuangan para pahlawan untuk nusa dan bangsa.

Satimin mengajak umat untuk selalu menjalankan ajaran para Buddha yang penuh kasih sayang.

“Saya mengajak umat Buddha di Jatim bergandengan tangan membangun bangsa dimulai dari keluarga, lembaga dan melalui kegiatan bersama.

Satimin juga menginformasikan bahwa Pembimas Buddha Jatim akan menyelenggarakan Waisak Bersama pada bulan Juni mendatang di Grand City Surabaya. Ia meminta seluruh umat Buddha hadir menyukseskan acara tersebut.

Dalam upacara tabur bunga, Satimin bertindak sebagai inspektur upacara serta meletakkan karangan bunga di monumen.

Sedangkan Kittichai Suvaco Mahathera memimpin doa bersama, secara agama Buddha. Kegiatan penuh khidmat ini dihadiri ratusan umat Buddha. (Red)