Komunitas

Anak Anak Disabilitas Antusias Ikuti Pelatihan Gratis Seni Suara Diselenggarakan PMTS, SAS, & Unimaxx Photography Community

Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) bekerja sama dengan Surabaya Art Society (SAS) dan Unimaxx Photography Community menyelenggarakan berbagai pelatihan seni gratis untuk 50 peserta.

“Pelatihan seni yang kami selenggarakan di antaranya; seni fotografi, seni melukis atau menggambar, seni suara, seni tari dan kaligrafi Chinese atau Shufa,” jelas Rasmono Sudarjo Sekretaris PMTS.

Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan maupun wawasan muda mudi PMTS juga anak anak disabilitas agar bisa mandiri dengan memiliki keterampilan, imbuh Rasmono Sudarjo Ketua SAS.

Sore itu tepat pukul 4 sore (2/3/24), diselenggarakan pelatihan seni suara kedua, dengan mentor Monique Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim.

Monique menjelaskan bernyanyi yang benar dalam membawakan sebuah lagu dengan memperhatikan artikulasi, nada, intonasi, kontrol pitch, maupun teknik pernapasan.

“Selain teknik di atas, juga harus memperhatikan pengendalian emosi, ekspresi, terus berlatih dan pengalaman,” ujar Monique.

Satu persatu anak anak disabilitas berani maju ke depan menyanyi dengan keterbatasannya. Monique pun memuji mereka dan meminta terus berlatih.

Farida gadis tuna netra ini pun tampil menyanyi dengan suka cita. Sumini sang bunda menyampaikan terima kasih kepada paguyuban, yang menyelenggarakan pelatihan gratis dan bisa diikuti anak anak disabilitas.

“Pelatihan seni suara ini sangat bermanfaat bagi Farida putri saya agar terlatih dan bisa mengasah bakatnya,” ujar Sumini yang mengetahui paguyuban mengadakan pelatihan dari temannya. Ia pun bergegas mengikuti pelatihan untuk putrinya.

Farida pun mengaku sangat senang ikut pelatihan karena selain bertemu dengan teman-temannya yang berani tampil menyanyi, juga menambah wawasannya.

Tentu saja acara pelatihan seni suara sangat berkesan bagi adik adik disabilitas. Kegiatan tersebut juga diikuti muda mudi PMTS. (Red)