Secara historis SMKN Maritim telah diajukan izin pendirian dan operasional sejak 30 April 2019. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.

Dibangun secara bertahap selama empat tahun, kini lahan seluas 38.950 meter persegi telah dilengkapi 2 ruang praktik siswa, 4 ruang kelas, asrama dua lantai dengan kapasitas 32 ruang dengan fasilitas kamar mandi dan pendukung lainnya, gedung kantor, fasilitas-fasilitas alat praktik, hingga lainnya.

Hadirnya SMKN Maritim di Lamongan disambut baik oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Menurut Bupati Yes, sapaan akrabnya, SMKN Maritim dapat mendorong kualitas generasi masa depan, khususnya dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lamongan memiliki pantai sepanjang 47 km, produksi perikanan hampir 87.000 ton di tahun 2023, dan tercatat sekitar 60.000 warga bekerja di sektor perikanan, dengan jumlah perahu sekitar 3.423, menjadi penguat keterampilan dan keahlian.

“Ini merupakan sebuah investasi masa depan bagi anak-anak muda khususnya masyarakat nelayan yang ada di seputaran Lamongan dan sekitarnya. Ini akan mendidik mereka punya daya saing dan punya keterampilan untuk bekerja di sektor laut dan juga memajukan di sektor kemaritiman,” kata Bupati Yes.

Usai diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, SMKN Maritim mulai membuka Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) pada Februari-Maret 2024 pada gelombang 1 dan April-Mei 2024 gelombang 2, dengan kuota sebanyak 108 siswa untuk konsentrasi keahlian yakni nautikal kapal penangkapan ikan, technica kapal penangkapan ikan, dan agrobisnis pengelolaan hasil perikanan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *