Kampung Pecinan Surabaya merayakan Imlek secara meriah, barongsai pun keliling kampung disambut warga terutama anak anak. Mereka lantas memasukkan angpou ke dalam mulut barongsai yang terus berjalan dan beratraksi.

Barongsai merupakan wujud akulturasi budaya Tionghoa dengan Indonesia, dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 2010.

Tahun Baru Imlek 2575 dengan Shio Naga Kayu dipercaya sebagai tahun yang makmur penuh kebaikan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun turut menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek.

“Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2024. Semoga membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran. Mari kita jaga persaudaraan,” ucapnya.

Nah, Kampung Pecinan yang paling terkenal di Surabaya adalah kawasan Tambak Bayan yang unik. Di mana di sepanjang jalan, tampak mural-mural indah dan ornamen yang menggambarkan suasana khas China Town.

Kawasan ini menjadi saksi peradaban masyarakat Tionghoa di masa pemerintahan kolonial Belanda. Ada beberapa tempat bersejarah di kawasan tersebut yang hingga kini masih berdiri kokoh.

Selain menyuguhkan bangunan bersejarah, Kampung Pecinan Kapasan Dalam juga menawarkan kuliner legendaris khas Tiongkok. Seperti Nasi Campur Nyaa Bang Boklan yang sudah ada sejak jaman Belanda dan kini dikelola oleh generasi ketiga.

Terdapat Kelenteng Boen Bio untuk penganut agama Khonghucu. Bangunan berarsitektur khas Tiongkok, kala itu dibangun oleh tukang dari Tiongkok.

Hiasan yang ada di Kelenteng Boen Bio mempunyai arti harapan atau doa. Salah satu contohnya adalah tanjakan licin yang berada di pintu gerbang kelenteng yang mengarah ke pintu tengah kelenteng.

Tangga tersebut mempunyai makna manusia yang ingin menjalani kehidupan suci tidaklah mudah, dari berbagai sumber. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *