Setelah sukses menggelar pelatihan fotografi dan melukis, kembali Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Surabaya Art Society (SAS) dan Unimaxx Photography Community membuka kelas pelatihan Line Dance dengan mentor Monique dan Sandra Sasmita.

Kelas Line Dance sangat diminati anak anak disabilitas dari Yayasan Sanggar Al Ikhlas. Juga muda mudi PMTS. Kegiatan diselenggarakan di Gedung Yayasan Bhakti Persatuan, pukul 4 sore, pada 27 Januari 2024.

Saat membuka pelatihan, Monique menjelaskan tentang sejarah Line Dance hingga populer di Indonesia.

“Line Dance tak sekedar menari tapi lebih ke olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan,” jelas Monique Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim.

Pada pertemuan pertama ini, Monique bersama Sandra mengajak para peserta berlatih gerakan gerakan dasar, seperti hentakan kaki maju mundur kesamping kanan kiri, secara bersama sama. Kemudian diiringi musik.

Sandra Sasmita adalah Miss Chinese Tourism 2023 dan Koko Cici Jatim 2021 ini sangat luwes menari dan telaten mengajarkan gerakan gerakan kepada anak anak disabilitas.

Oei Tjing Yen Humas PITI SBY, Monique, Sandra, Rasmono Sudarjo dan pelatihan Line Dance

Rasmono Sudarjo sekretaris PMTS menyampaikan pelatihan line dance diminati muda mudi dan anak anak disabilitas.

“Saya tidak menyangka anak anak disabilitas sangat senang dan antusias. Kita akan lanjutkan dengan program seni tari lainnya. Line Dance menyehatkan masyarakat. Pelatihan ini gratis tanpa dipungut biaya. Mohon dukungannya,” pungkas Rasmono Sudarjo. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *