Dr. Novi Basuki, seorang sinolog yang jebolah pesantren Nurul Jadid Situbondo dan melanjutkan studi hingga tingkat doktoral di Tiongkok, memberikan pidato inspiratif mengenai pentingnya belajar bahasa Mandarin.

Dalam pidatonya, Novi Basuki menyoroti tiga alasan utama mengapa harus belajar bahasa Mandarin.

Pertama, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cepat. “Tiongkok saat ini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia,” ujar Novi Basuki, pada perayaan Dies Natalis ke-16 Universitas Ma Chung di Malang pada 29 Juli 2023.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, Tiongkok telah berhasil mengalami transformasi ekonomi yang mengagumkan, menjadikannya pesaing utama bagi negara-negara maju lainnya, jelasnya.

Dalam kaitannya dengan hal ini, belajar bahasa Mandarin menjadi semakin penting. Menurutnya, ekonomi yang berkembang pesat membutuhkan komunikasi yang lebih baik, dan bahasa Mandarin adalah jendela yang akan membuka peluang untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan Tiongkok.

Penduduk Tiongkok yang jumlahnya mencapai 1,4 miliar orang merupakan salah satu populasi terbesar di dunia.

Novi Basuki menunjukkan bahwa komunitas Tionghoa tersebar di seluruh dunia, mencakup berbagai negara dan wilayah.

“Belajar bahasa Mandarin memberikan keuntungan besar dalam berkomunikasi dengan jutaan orang dari berbagai latar belakang budaya, baik dalam aspek bisnis maupun pribadi,” lanjutnya.

“Keterampilan ini memungkinkan kita berbicara dengan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, memperluas jaringan sosial dan peluang kerja,” sambungnya lagi.

Novi Basuki menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih dalam terhadap Tiongkok, baik sebagai bangsa maupun sebagai negara.

“Belajar bahasa Mandarin bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga tentang memahami budaya, sejarah, dan filosofi yang kaya di balik bahasa tersebut,” demikian ditekankan olehnya.

Dalam konteks ini, ia menekankan ajaran Tiongkok klasik yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, serta bagaimana hal ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih baik antara individu dan masyarakat.

Pidato Novi Basuki menggarisbawahi bahwa belajar bahasa Mandarin adalah langkah yang strategis dalam menghadapi era globalisasi.

“Pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa dan budaya Tiongkok akan membuka pintu untuk peluang ekonomi, pertemanan antarbudaya, dan pembangunan moral yang kuat di tengah-tengah masyarakat,” tekannya.

Ia juga mengingatkan bahwa antisipasi terhadap negara dan budaya lain harus didasarkan pada pemahaman yang akurat dan luas, untuk menghindari konflik dan ketidakpahaman yang dapat merugikan hubungan diplomatik dan kestabilan regional.

Pada akhir pidatonya, Novi Basuki mengajak pendengar untuk merenungkan keputusan untuk belajar bahasa Mandarin, yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi individu, masyarakat, dan negara secara keseluruhan.

Dengan menguasai bahasa ini, akan dapat terhubung dengan masyarakat Tionghoa yang luas dan mendalam, serta membangun persahabatan dan kerjasama yang berarti di era global yang semakin terkoneksi.

Hal ini semakin memantapkan langkah Universitas Ma Chung sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi trilingual, agar para mahasiswa yang dididik dapat berkompetisi di tingkat global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *