Masih dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili, digelar acara Kembang Jepun Chunjie Fest yakni pertunjukan Barongsai, Wushu, Dewa Uang, hingga Tarian Bedhayan Potehi di Kya-kya Kembang Jepun, tepat pukul 7 malam, pada 22 Januari 2023.

Namun sebelumnya, hujan deras sempat mengguyur. Setelah mereda, Jepun Chunjie Fest dimulai di sepanjang Jalan Kembang Jepun atau yang lebih populer disebut Kya Kya.

Tiga Barongsai tampil memukau pengunjung. Bahkan menjadi rebutan untuk berfoto. Beberapa pengunjung pun memasukkan angpou ke mulut Barongsai.

Dilanjutkan dengan penampilan Wushu dan tari tarian. Makin malam makin meriah. Apalagi deretan makanan minuman dari UMKM Surabaya selalu hadir menyemarakkan suasana.

Toleransi warga Kota Surabaya memang sangat tinggi. Perayaan Imlek di Kya-kya tak hanya diramaikan warga Tionghoa saja, tapi masyarakat umum yang nampak antusias.

“Sambil menikmati hidangan yang dijual di sini, juga sambil nonton budaya masyarakat Tionghoa yang menarik. Surabaya adalah kota toleransi,” ujar Didik warga Gresik yang menyempatkan datang bersama keluarganya.

Istilah Chunjie berarti “festival menyambut musim semi” atau di Indonesia disebut Imlek.

Tiongkok memiliki 4 musim satu di antaranya adalah musim semi yang terjadi setiap bulan Februari. Maka, Tahun Baru China disebut sebagai perayaan menyambut musim semi yang hangat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *