Dalam rangka memperingati Hari Obat Tradisional Sedunia digelar baksos kesehatan di Masjid Cheng Hoo, dengan jumlah peserta terbatas yakni 75 – 100 orang. Kegiatan mulai pukul 8 pagi, hingga selesai, pada Minggu 23 Oktober 2022.

Baksos kesehatan diselenggarakan oleh; Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya ( PMTS), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Perkumpulan Naturopatis Indonesia (DPD Jatim), Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia, Universitas Katolik Darma Cendika, World Federation of Chinese Medicine Societies (WFCMS), dr. Koemala Widjaja.,SpS.,FIN, Lab Pintar dan Klinik Keluarga Pintar.

H. Abdullah Nurawi Ketua YHMCHI mengatakan peserta yang terdaftar sebanyak 120 orang mengikuti beberapa jenis terapis yakni akupuntur, periksa fungsi ginjal (creatine) dan lemak dalam tubuh.

“Baksos kesehatan gratis ini sudah yang ketigakalinya diselenggarakan. Beberapa pasien sakit yang mengikuti baksos, mengaku sembuh,” terang Nurawi.

Rasmono Sudarjo Sekretaris Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya menyatakan bahwa paguyuban sangat mendukung baksos kesehatan ini.

“PMTS rutin melakukan baksos yang bermanfaat untuk masyarakat Surabaya,” pungkasnya.

Ivan Hartanto Sinarso, S.M. selaku owner Lab Pintar dan Klinik Keluarga Pintar menyampaikan pihaknya memberikan 100 pemeriksaan ginjal gratis untuk peserta baksos.

“Saat ini lagi ramai masalah ginjal akut, jadi kami bersama YHMCHI membuat baksos kesehatan untuk membantu masyarakat mendapatkan screening terbaik dari labpintar.id,” terang Ivan.

Lebih lanjut Ivan mengatakan guna mengetahui fungsi ginjal, pasien menjalani pemeriksaan darah sehingga diketahui Creatine yang bila kadarnya tinggi, berarti ada masalah dalam filter tubuh. “Maka pasien harus dirujuk segera ke RS atau dokter spesialis penyakit dalam. Kami juga ada dokter spesialis penyakit dalam,” imbuh Ivan.

Suryawan SE, B.Med., M.Med. selaku Wakil Ketua Konsil Kesehatan Tradisional berharap kegiatan peringatan Hari Obat Tradisional Sedunia di Masjid Cheng Hoo supaya masyarakat mengenal akupuntur dan kesehatan tradisional khususnya.

“Sekarang sudah ada Konsil Kesehatan Tradisional yang baru dilantik pada September kemarin. Untuk itu, peluang tenaga kesehatan tradisional lebih terbuka jalannya, termasuk dalam hal kebijakan dan peraturan,” jelas Suryawan.

“Kami dari konsil tengah berusaha untuk membenahi tenaga kesehatan, supaya bisa maju cepat, sehingga dapat memberikan pelayanan tradisional berkualitas kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Drg Anon Wijayanti mengatakan Dinkes Kota Surabaya mendukung terselenggaranya baksos kesehatan di Masjid Cheng Hoo.

Ia berharap baksos digelar secara rutin tetap berkoordinasi dengan Dinkes untuk tenaga kesehatan tradisionalnya, penggunaan ramuan ramuan.

“Dinkes memiliki 63 tenaga kesehatan tradisional di semua Puskesmas di Kota Surabaya. Kami mendukung pemanfaatan akupresur, akupuntur dan pelayanan kesehatan tradisional lainnya,” tutur drg Anon Wijayanti perwakilan Dinkes Kota Surabaya.

Kemudian, Ketua YHMCHI H. Abdullah Nurawi memberikan kenang-kenangan kepada drg Anon Wijayanti mewakili Dinkes Surabaya.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Hasan Basri (Liem Fuk San).

Baksos kesehatan inipun sangat diminati warga Surabaya. Pada akhir baksos tercatat jumlah pasien melebihi kuota yang diberikan panitia, namun tetap dilayani.

“Sebanyak 140 pasien yang terdaftar memeriksakan diri dari akhir baksos kesehatan ini,” terang Oei Tjing Yen Humas PITI Surabaya.

Peserta baksos pun mendapatkan goodybag dari PT. Saras Subur Abadi dan PT Abbott memberikan minuman susu Ensure. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *