Pasar Wisata Penjaringansari di Jalan Raya Pandugo, Surabaya, diresmikan langsung Wali Kota Eri Cahyadi, dengan menandatangani prasasti, Minggu (25/9/2022).

Cak Eri meninjau langsung deretan stand dan menyempatkan nongkrong bersama jajaran Pemkot Surabaya di area pasar tersebut.

Wali Kota Surabaya mengaku bersyukur, karena akhirnya Pasar Wisata Penjaringansari bisa rampung dan diresmikan. Menurutnya, Pasar Wisata Penjaringansari memiliki konsep berbeda dibanding pasar lain yang sudah ada.

“Ini sebenarnya pasar basah, tapi kita jadikan pasar kering, sehingga mereka bisa berjualan dan kita tunjukkan bahwa kita bisa. Biar pelanggan yang datang ke sini juga merasa nyaman,” kata Wali Kota Eri.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep pasar ini digabungkan pula dengan konsep UMKM yang juga bisa berjualan di tempat tersebut.

Sehingga ada yang berjualan jajanan pasar, makanan dan produk UMKM lainnya. Bahkan, di depan pasar juga disediakan lapangan untuk bermain basket dan lainnya. Sehingga setelah bermain basket, bisa langsung nongkrong di pasar tersebut.

“Inilah yang kita lakukan dan akan terus kita kembangkan dan terapkan di tempat-tempat lainnya. Memang tidak semua tempat memiliki karakteristik yang sama dengan di daerah ini, tapi nanti kalau ada yang sama karakteristiknya dengan di sini, bisa menerapkan konsep ini juga,” ujarnya.

Eri berharap Pasar Wisata Penjaringansari bisa menjadi berkah, mengembangkan dan membangkitkan perekonomian warga sekitarnya.

“Terus semangat para pedagang, ayo kita bersama-sama membangkitkan perekonomian Surabaya,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqim Yos mengatakan bahwa Pasar Penjaringansari merupakan pasar basah yang sejak tahun 2017 belum dapat beroperasi secara maksimal sehingga membutuhkan intervensi khusus.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan kegiatan usaha di pasar Penjaringansari, maka Pemkot Surabaya merubah konsep.

“Pasar yang sebelumnya hanya sebuah pasar basah, kini menjadi pasar yang menawarkan komoditas serta suasana lebih unik sesuai dengan potensi lokal di sekitar wilayah Penjaringansari. Ini penting untuk memperluas segmen dan target Pasar Penjaringansari, sekaligus untuk merubah stigma Pasar Penjaringansari menjadi sebuah tempat yang menyenangkan untuk berbelanja kebutuhan pokok dan berkumpul bersama teman,” katanya.

Menurutnya, Pasar Penjaringansari kini mampu mengakomodir 44 Pedagang, dimana 15 orang diantaranya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pasar baru ini beroperasi dalam 2 shift, yaitu pukul 04.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB serta pukul 15.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB.

Adapun komoditas yang ditawarkan kepada pengunjung adalah komoditas segar yang terdiri dari 8 orang pedagang yang menjual sayuran, ikan, ayam dan sembako.

Selain itu, komoditas olahan yang terdiri dari 36 orang pedagang yang menjual kue, makanan, minuman dan angkringan.

“Dengan beroperasinya Pasar Penjaringansari secara optimal, kami berharap dapat mempercepat berputaran ekonomi pedagang serta diharapkan memberikan kontribusi nyata pada pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *